Ratusan Siswa SD di Grobogan Makan MBG di Halaman Sekolah, Debu Beterbangan akibat Ruang Kelas Rusak
GROBOGAN,iNewsBoyolali.id- Ratusan siswa SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, terpaksa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di halaman sekolah karena empat ruang kelas mengalami kerusakan berat. Saat angin kencang berembus, debu beterbangan dan mengganggu siswa yang sedang makan. Pihak sekolah berharap pemerintah segera membangun kembali ruang kelas yang ambrol demi keselamatan dan kenyamanan belajar siswa.
Ratusan siswa SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, terlihat menyantap Makan Bergizi Gratis secara berjamaah di halaman sekolah, Kamis pagi. Saat proses makan berlangsung, angin kencang tiba-tiba bertiup sehingga debu beterbangan dan mengganggu suasana.
Sejumlah siswa berlari mencari tempat yang lebih aman, sedangkan yang lain berusaha melindungi makanan agar tidak tercampur debu.
Kegiatan makan di halaman sekolah sudah menjadi rutinitas sejak awal tahun 2026. Penyebabnya, empat ruang kelas mengalami kerusakan berat akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh. Puncaknya, pada April lalu, salah satu ruang kelas ambrol. Beruntung, kejadian itu terjadi saat tidak ada aktivitas belajar mengajar.
“Untuk anak-anak kita bebaskan mau makan MBG dimana di ruang kelas atau di halaman. Tapi mereka nyaman dihalaman. Semua kelas saya pindahkan pada tahun ajaran baru ini karena kondisi ruangan sudah sangat membayakan guru dan siswa,” ucap Jiwariyah.
Kondisi dua ruang kelas lainnya juga dinilai sangat membahayakan, sehingga sejak awal Juli seluruh ruang tersebut dikosongkan untuk menghindari risiko bagi siswa dan guru.

“Bangunan rusak sejak awal Januari 2026 lalu, menimpa rusng kelas 5. Dan April kemarin kembali rusak dimana atap rusng kelas 6 ambrol. Mungkin karena bangunan sudah lapuk, “ujarnya.
Akibat kerusakan itu, proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem bergantian menggunakan ruang kelas yang masih layak. Bahkan, mushola sekolah juga difungsikan sebagai ruang belajar untuk siswa kelas lima.
“Sekarang untuk kelas 1,2 dan 3 bergantian dan kita sekat 1 ruang kelas untuk 2 kelas. Untuk kelas 6 kita kasih 1 ruangan untuk pelaksanaan ujian,” tegasnya.
Anita, siswi kelas enam, mengaku sempat takut saat angin kencang datang mendadak ketika mereka sedang makan. Menurutnya, debu yang beterbangan membuat makanan menjadi kotor dan suasana belajar di sekolah semakin tidak nyaman.

“Sejak April 2026 lalu kita makan di halaman seperti ini. Nyaman tidak nyaman terpaksa makan di sini. Apalagi pas angin kencang debunya beterbangan masuk ke makanan,” jawab Anita.
Pihak sekolah mengkhawatirkan kondisi akan semakin parah saat musim penghujan tiba karena air hujan berpotensi masuk ke ruang belajar yang tersisa dan mengganggu kegiatan belajar mengajar.
“ Saya minta Pak Presiden untuk segera bangun sekolah kami, karena berbulan-bulan belajar seperti ini sangat tidak nyaman, ‘ pungkas Anita.
Sekolah mengaku telah mengajukan proposal pembangunan kepada pemerintah dan berharap perbaikan dapat segera dilaksanakan agar para siswa bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan layak.
Editor : Tata Rahmanta