Realisasi Program Kampung Emas, Fakultas Vokasi UNY Kenalkan Pengobatan Tradisional
KULONPROGO, iNewsboyolali.id - Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Padukuhan Serut, Pengasih, Kulonprogo, Sabtu (13/6/2026). Melalui Program Kampung Emas, warga dikenalkan dengan pengobatan alternatif yang dibalut dengan teknologi modern.
Program Kampung Emas digagas Rektor UNY, Prof Sumaryanto ini, bukan sekadar pengabdian masyarakat biasa. Namun menjadi sebuah lompatan besar untuk mempercepat pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi melalui PKM tingkat nasional. UNY menggandeng Perkumpulan Perguruan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI) untuk ikut terlibat dalam kegiatan ini.
Kepala Program Studi D IV Pengobatan Tradisional UNY, Prof Ali Satia Graha mengatakan, momentum ini adalah panggung besar bagi pengobatan tradisional Indonesia untuk unjuk gigi. Payung hukum kesehatan tradisional sudah diatur dalam undang-undang, namun gaungnya masih samar di telinga publik.
“Kami ingin mengenalkan prodi kami, terutama Pengobatan Tradisional Indonesia yang berada di bawah Fakultas Vokasi agar semakin dekat dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat," katanya.
Di bawah komando langsung Dekan Fakultas Vokasi UNY, Prof Komarudin, PKM nasional bertema 'Pengobatan Tradisional Indonesia di Era Modern dalam Membangun Masyarakat Sehat dan Bugar' ini dikemas apik secara hybrid. Mahasiswa semester 4 Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia (PTI) UNY turut memamerkan hasil riset dan proyek ilmiah mereka yang bikin geleng-geleng kepala karena inovasinya.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ahmad Ridwan, membeberkan rahasia sukses acara ini. Strateginya adalah mengombinasikan ilmu tingkat tinggi dengan aksi sosial yang membumi lewat dua agenda utama workshop pakar dan layanan pengobatan gratis.
“Warga tidak sekadar mendengarkan ceramah akademis yang membosankan. Para pakar langsung mempraktikkan ilmu, seperti terapi Akupuntur, terapi pijat, pemanfaatan jamu/herbal, terapi kebugaran,” katanya.
Begitu sesi teori dan demonstrasi selesai, warga mengantreuntuk menikmati seluruh fasilitas pelayanan pengobatan tradisional secara cuma-cuma.
Lewat kolaborasi Kampung Emas ini, UNY membuktikan bahwa pengobatan tradisional bukan soal masa lalu yang mistis, melainkan masa depan kesehatan Indonesia yang ilmiah, legal, dan menyehatkan.
Editor : Tata Rahmanta