Misteri Kematian Aminah di Boyolali, Polisi Periksa 8 Saksi dan Tunggu Hasil Autopsi
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Kepolisian Resor Boyolali terus mendalami kasus kematian seorang wanita paruh baya bernama Aminah warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali yang meninggal secara misterius. Hingga kini, polisi telah memeriksa delapan orang saksi dan masih menunggu hasil resmi autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan delapan saksi yang telah dimintai keterangan tersebut termasuk anggota keluarga korban. Seluruhnya masih berstatus sebagai saksi dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Semua kecurigaan tentu kami tampung. Namun kami tidak bisa serta-merta menyimpulkan sebelum hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ada lengkap," ujar AKBP Indra Maulana Saputra pada Selasa (2/6/2026) siang.
Menurutnya, berbagai dugaan dan informasi yang berkembang di masyarakat tetap ditampung sebagai bahan penyelidikan. Namun, polisi belum dapat mengambil kesimpulan sebelum hasil autopsi dan alat bukti yang ada selesai dianalisis.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Boyolali bersama Bidokkes Polda Jawa Tengah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam Aminah di Tempat Pemakaman Umum Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali pada Sabtu (30/5/2026) lalu. Langkah tersebut dilakukan setelah keluarga melaporkan adanya dugaan kematian tidak wajar dan meminta dilakukan autopsi.
Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, menyebut pihak keluarga menemuka sejumlah kejanggalan terkait kematian Aminah. Keluarga menduga ada kaitan antara kematian korban dengan kiriman sate ayam yang diterima korban sehari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Menurut Wiwik, keluarga hanya menginginkan kepastian mengenai penyebab kematian Aminah. Saat ini seluruh proses telah diserahkan kepada kepolisian dan keluarga menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh Bidokkes Polda Jawa Tengah.
"Keluarga hanya ingin mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Kami berharap hasil autopsi dapat menjawab semua pertanyaan yang selama ini muncul," kata Wiwik.
Kakak korban, Widodo, menuturkan bahwa saat pertama kali ditemukan, Aminah yang tinggal seorang diri sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya. Karena tidak menaruh kecurigaan, keluarga langsung memakamkan korban.
Namun beberapa hari kemudian, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya terdapat sisa muntahan pada pakaian korban serta perubahan warna kebiruan pada bagian mulut dan telinga. Selain itu, keluarga juga mengetahui adanya kiriman sate ayam melalui aplikasi ojek daring yang diterima korban sehari sebelum meninggal dunia.
“dari tanda-tanda itu kami keluarga curiga dan Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi melalui kuasa hukum keluarga sehingga dilakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk ekshumasi dan autopsi jenazah," ucap Widodo.
Kapolres Boyolali mengungkapkan laporan resmi diterima polisi pada 25 Mei 2026, atau sekitar sepekan setelah korban dimakamkan. Saat petugas mendatangi lokasi kejadian, kondisi rumah korban sudah dibersihkan sehingga barang bukti yang berhasil diamankan hanya berupa pakaian yang dikenakan korban serta bangkai ayam yang diduga mati setelah memakan sisa sambal sate.
Saat ini bangkai ayam tersebut masih menjalani pemeriksaan laboratorium. Sementara hasil ekshumasi dan autopsi menjadi kunci untuk mengungkap penyebab pasti kematian Aminah.
Polisi menegaskan akan menentukan langkah lanjutan setelah hasil autopsi dan seluruh alat bukti dinyatakan lengkap.
Editor : Tata Rahmanta