get app
inews
Aa Text
Read Next : Salmon Gulai di Boyolali, Perpaduan Cita Rasa Jepang dan Nusantara yang Bikin Ketagihan

Bulan Suci Ramadhan, UMKM Bakso Ayam di Boyolali Kebanjiran Order

Kamis, 26 Februari 2026 | 21:56 WIB
header img
Lailatul Qomariyah mengemas bakso ayam di usaha rumahan Bakso Bunda, Karanggeneng, Boyolali, Rabu (25/2/2026).Foto: Ist/

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah membawa berkah bagi pelaku UMKM di Kabupaten Boyolali. Usaha rumahan bakso ayam milik Lailatul Qomariyah di Kampung Karanggeneng, Boyolali Kota, mengalami lonjakan pesanan hingga 50 persen dibanding hari biasa.

Di dapur produksinya, berbagai varian bakso dibuat setiap hari, mulai dari bakso halus, bakso jamur, bakso topping hingga tahu bakso. Proses produksi dilakukan secara bertahap, mulai dari pencampuran adonan, pencetakan menggunakan mesin, perebusan, penirisan hingga pengemasan sesuai ukuran.

Produk berlabel Bilka Chicken tersebut juga dikenal dengan sebutan Bakso Bunda dan kini menjadi salah satu penyuplai untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah di Pulau Jawa, seperti Jawa Timur, Solo, Semarang, Salatiga hingga Yogyakarta.

Owner Bakso Bunda, Lailatul Qomariyah (37), mengaku terjadi peningkatan signifikan selama Ramadhan.

“Alhamdulillah produksi bakso kami naik. Biasanya 400 kilogram adonan bisa menjadi sekitar 35 ribu butir bakso, sekarang menjadi 600 kilogram atau sekitar 50 ribu butir. Kenaikannya sekitar 30 sampai 40 persen, bahkan mendekati Idul Fitri diprediksi bisa naik hingga 50 persen,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, pesanan terbanyak saat ini berasal dari SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), selain dari para reseller di berbagai daerah.

Untuk harga, bakso halus dijual Rp15.000 per kemasan isi 50 butir, sedangkan bakso jamur Rp20.000 per kemasan isi 50 butir.

“Dengan produksi saat ini kami sudah bisa mempekerjakan enam karyawan dari warga sekitar. Harapannya UMKM semakin maju dan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,” katanya.

Usaha yang telah dirintis selama dua tahun bersama sang suami, Isna Mahmudin, ini juga menghadapi tantangan, terutama kenaikan harga daging ayam saat Ramadhan. Meski demikian, Lailatul memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga kepercayaan pelanggan dan reseller.

Untuk menjamin kualitas dan kepercayaan konsumen, produk Bakso Bunda telah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama RI.

Salah satu reseller, Rahmad Simpe (45), mengaku penjualannya ikut terdongkrak selama Ramadhan.

“Biasanya saya kulakan dua atau tiga kali seminggu, tapi selama Ramadhan ini hampir setiap hari ambil ke sini. Bahkan hari ini ada order dadakan 73 pack, biasanya harian hanya 24 sampai 30 pack. Harganya terjangkau, rasanya enak dan teksturnya bagus,” ungkapnya.

Pembeli lainnya, Erni Setyaningsih (29), juga mengaku rutin membeli produk tersebut.

“Baksonya enak tanpa pengawet dan harganya terjangkau. Mau dibuat sayur, bakso kuah atau sekadar dicocol saus juga sudah enak. Selain untuk konsumsi sendiri, kadang saya jual lagi ke tetangga dan teman-teman,” ujarnya.

Lonjakan pesanan selama Ramadhan ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu tumbuh dan bersaing, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut