2.900 Siswa di Grobogan Konsumsi MBG, Lima Siswa SD Diduga Keracunan
GROBOGAN,iNewsBoyolali.id– Sebanyak 2.900 siswa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulongrambe, Jumat (30/1/2026). Usai menyantap makanan tersebut, lima siswa Sekolah Dasar dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, dan muntah.
Kelima siswa yang merupakan pelajar SD Negeri 2 Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Tawangharjo untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa evakuasi tersebut terekam dalam video amatir warga.
Diduga, para siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis yang baru saja dibagikan oleh SPPG Pulongrambe di sekolah. Dari lima siswa yang mengalami gejala, tiga di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedjati Purwodadi karena kondisi fisik yang terus menurun. Sementara dua siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Tawangharjo.
Menindaklanjuti laporan dari pihak sekolah dan desa, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas mengambil sampel sejumlah makanan, susu kotak yang dikonsumsi para siswa, serta muntahan siswa untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jatmiko, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, petugas mendapati adanya perubahan rasa pada susu kotak yang dikonsumsi para siswa.
“Beberapa siswa mengeluhkan rasa pahit dan kecut pada susu serta makanan yang mereka konsumsi sebelum mengalami mual dan muntah,” ujar Jatmiko.
“Kita sudah mengambil beberapa sample untuk diuji lab,”tambahnya.
Sementara itu, Ketua SPPG Yayasan Alfi Rahma Fadila, Muhammad Sodiq, menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa menu yang disajikan pada hari kejadian, yakni daging bistik dan susu kotak, dalam kondisi segar saat didistribusikan.
“Susu kotak dan menu lainnya kami pastikan dalam kondisi layak konsumsi. Kami tetap bertanggung jawab dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” kata Muhammad Sodiq.
Hingga saat ini, kelima siswa masih menjalani perawatan medis di RSUD dr. Soedjati Purwodadi, Grobogan. Pihak rumah sakit belum mengizinkan awak media mengambil gambar di dalam ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Selain itu, sejumlah ambulans masih disiagakan di depan lokasi SPPG Pulongrambe untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban tambahan.
Editor : Tata Rahmanta