Mahasiswa UMY Sukses Olah Sampah Tempurung Kelapa Jadi Briket, Diminati Pasar Eropa
BANTUL, iNewsboyolali.id - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Muhammad Aryo Lambang sukses mengolah sampah tempurung kelapa menjadi briket bahan bakar yang ramah lingkungan. Produk ini sangat diminati pasar Eropa dan Asia.
Inovasi briket tersebut berangkat dari kepedulian Aryo, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan angkatan 2023. Produk ini dibuatk karena melimpahnya limbah tempurung kelapa di Indonesia. Selama ini tempurung kelapa seperti sampah yang hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Menurutnya, tempurung kelapa memiliki kandungan karbon cukup tinggi, mencapai 60–70 persen. Bahan ini mampu menghasilkan panas yang stabil dengan daya bakar mencapai dua hingga tiga jam.
Dalam proses produksinya, tempurung kelapa diolah menjadi arang, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan tepung kanji sebagai perekat sebelum dicetak menjadi briket siap pakai. Selain memanfaatkan limbah biomassa, briket ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dan berpotensi menjadi alternatif bahan bakar berkelanjutan pengganti energi konvensional.
“Tempurung seperti limbah yang tidak bermanfaat. Padahal di Eropa sangat diminati karena ramah lingkungan,” katanya.
Produk inovasi telah dipasarkan ke sejumlah negara di eropa seperti Prancis, Portugal, dan Belanda. Sedangkan di pasar Asia menjangkau negara Jepang, Korea, dan kawasan Asia Tenggara. Tingginya permintaan tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran global terhadap penggunaan energi bersih dan berkelanjutan.
“Di Eropa, kesadaran akan energi hijau sudah sangat tinggi, sehingga peluang pasarnya jauh lebih besar,” jelasnya.
Aryo menegaskan bahwa inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan tidak hanya berkutat pada kajian politik dan birokrasi. Mereka mampu menghadirkan solusi konkret melalui kewirausahaan berbasis lingkungan.
Melalui inovasi briket tempurung kelapa ini, mahasiswa UMY tidak hanya membangun usaha mandiri, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi hijau.
Editor : Tata Rahmanta