Puluhan Warga Blora Korban Snapboost Lapor Polisi, Kerugian Capai Jutaan Rupiah
BLORA, iNewsBoyolali.id – Kasus dugaan investasi bodong melalui aplikasi Snapboost menghebohkan warga di Blora. Puluhan warga dilaporkan menjadi korban dengan kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per orang.
Kasus ini mencuat setelah viral video pengakuan seorang guru SMA Negeri di Blora yang mengajak sejumlah siswanya ikut berinvestasi di aplikasi tersebut. Dalam video yang beredar di media sosial, disebutkan ada tujuh siswa yang ikut bergabung karena tergiur iming-iming keuntungan besar.
Guru bernama Diana Isti itu diketahui mengajar mata pelajaran ekonomi digital. Ia menawarkan skema investasi dengan modal Rp500 ribu yang diklaim bisa menjadi dua kali lipat dalam waktu 40 hari.
Tak hanya siswa, ratusan warga Blora disebut ikut terjun ke investasi tersebut. Namun belakangan, aplikasi Snapboost diduga bermasalah dan merugikan para penggunanya.
Sebanyak 30 korban kini telah mendatangi Polres Blora untuk melaporkan dugaan penipuan. Mereka melaporkan Diana Isti sebagai pihak yang diduga menjadi pengembang atau pengelola jaringan Snapboost di wilayah Blora.
Salah satu korban, Johan Adi Saputro, mengaku mengalami kerugian besar setelah mengikuti investasi tersebut.
“Awalnya lancar, tapi lama-lama tidak bisa ditarik. Uang kami hilang,” ujarnya.
Para korban menyebut kerugian yang dialami bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, total akumulasi kerugian dari seluruh korban diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan tidak wajar.
Editor : Tata Rahmanta