Banjir Kembali Rendam 7 Kelurahan di Cepu Blora, Air Capai 1 Meter dan Ganggu Lalu Lintas
BLORA, iNewsBoyolali.id- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik, khususnya di Kecamatan Cepu. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 1 meter.
Berdasarkan data dari BPBD Blora, sedikitnya tujuh kelurahan terdampak banjir. Genangan air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga 1 meter, dan merendam permukiman warga.
Selain permukiman, banjir juga meluber hingga ke jalan raya. Kondisi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di sejumlah titik terganggu.
Petugas BPBD bersama relawan gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Evakuasi terhadap warga, termasuk balita yang terjebak banjir, juga dilakukan guna menghindari risiko yang lebih besar.
Salah satu petugas TRC BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan pihaknya masih terus bersiaga di lokasi karena kondisi air belum menunjukkan tanda-tanda surut.
“Kami masih melakukan pemantauan dan evakuasi warga di titik-titik terdampak,” ujarnya.
Banjir ini kerap terjadi di wilayah tersebut setiap kali hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut. Warga diminta selalu waspada setiap kali datang hujan.
Kondisi tersebut mulai terpantau sejak pukul 17.30 WIB. Beberapa titik lokasi yang terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 20 cm hingga 50 cm meliputi Jalan Stasiun Kota, Pertigaan Kapur Tulis, Jalan Gajah Mada, hingga kawasan depan SMP N 4 Cepu di Desa Mulyorejo.
Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, S.H., menyampaikan bahwa personel gabungan dari Polsek Cepu, Koramil, Satpol PP, BPBD, dan relawan langsung bersiaga di lokasi sejak laporan diterima.
"Petugas di lapangan segera melakukan pengalihan arus lalu lintas di titik-titik genangan yang cukup dalam guna menghindari kendaraan mogok. Selain itu, tim juga melakukan monitoring debit air dan pendataan terhadap aset warga yang terdampak," jelas AKP Midiyono.
Hingga pukul 21.30 WIB, intensitas hujan mulai mereda dan genangan air di sejumlah titik, termasuk Kampung Ngareng dan Pertigaan Kapur Tulis, dilaporkan sudah mulai surut. Akses jalan utama seperti Jalan Cepu-Randublatung di depan SMP N 4 Cepu sudah bisa dilalui kendaraan, meski pengendara diimbau untuk waspada karena kondisi jalan yang licin akibat sisa lumpur.
Kasihumas menegaskan bahwa dalam peristiwa ini tidak ada laporan korban jiwa. Pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
"Situasi saat ini sudah kondusif dan arus lalu lintas kembali lancar. Namun, kami meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi luapan air jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi," tutupnya.
Editor : Tata Rahmanta