Ratusan Santri Ponpes Miftahul Huda Grobogan Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis
GROBOGAN,iNewsBoyolali.id – Ratusan santri SMP dan SMK Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) pada Jumat (9/1) lalu.
Akibat kejadian tersebut, para santri dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kecamatan Gubug, Kedungjati, hingga RSUD dr Soedjati Purwodadi. Selain santri, tujuh orang guru juga turut menjalani perawatan karena mengalami gejala serupa.
Hingga Sabtu sore, sebanyak 33 santri masih menjalani penanganan medis di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, Gubug. Para pasien mengalami keluhan mual, muntah, diare, dan pusing. Sementara ratusan santri lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain karena keterbatasan kapasitas ruang UGD rumah sakit tersebut.
Berdasarkan data Puskesmas Gubug II, jumlah santri yang mengalami gejala keracunan mencapai 260 orang, terdiri dari 133 santri putra dan 127 santri putri.
Pengurus Ponpes Miftahul Huda, Fuad Abdillah, menjelaskan bahwa sekitar 1.200 santri SMP dan SMK di pondok pesantren tersebut menyantap makan bergizi gratis pada Jumat pagi. Saat itu, belum terlihat adanya gejala keracunan.
“Gejala mulai dirasakan pada Jumat malam. Santri mengeluh mual, muntah, dan pusing saat berada di asrama masing-masing,” ujar Fuad.
Para santri sempat mendapatkan penanganan awal di Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Namun, hingga Sabtu sore kondisi sebagian santri justru semakin menurun sehingga harus dirujuk ke rumah sakit. Sebanyak 35 santri putri dan 17 putra SMK, serta 116 santri putra dan 92 putri SMP Miftahul Huda mendapatkan penanganan medis di Puskesmas 2 Gubug.
Salah satu santri, Fauziatul Innayah, siswi kelas XI SMK Miftahul Huda, mengaku mulai merasakan pusing dan mual setelah salat Isya. Tidak lama kemudian, hampir seluruh santri putra dan putri mengalami keluhan yang sama.
“Awalnya pusing dan mual, lalu muntah. Setelah itu banyak teman yang juga merasakan hal serupa,” ungkapnya.
Menu makan bergizi gratis yang dikonsumsi santri pada Jumat pagi tersebut antara lain nasi kuning, telur dadar, dan abon sapi. Menurut pengelola pondok, program makan bergizi gratis ini baru berjalan sekitar tiga bulan terakhir.
Hingga Sabtu sore, sebagian santri yang kondisinya membaik diperbolehkan menjalani rawat jalan. Sementara 55 pasien yang masih mengalami mual dan muntah tetap dirawat di ruang UGD. Selain itu, tujuh santri putri masih dipantau kondisinya di lingkungan pondok pesantren dan akan segera dirujuk ke rumah sakit apabila kondisi kesehatannya memburuk.
Pihak pondok pesantren bersama petugas kesehatan masih melakukan pendataan dan pemantauan lanjutan terkait kejadian tersebut, termasuk menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan massal.
Editor : Tata Rahmanta