Setelah mendapatkan pemeriksaan, tim medis RSUD kemudian memberikan saran untuk dilakukan rawat jalan karena melihat kondisi pasien yang tidak dalam kriteria darurat dan masih layak untuk dilakukan rawat jalan sambil menunggu hasil perkembangan pemeriksaan selanjutnya. Muhadi pun sempat ngotot untuk tetap dilakukan rawat inap terhadap anaknya dengan menggunakan pembiayaan BPJS. Mengetahui mendapatkan penolakan yang kedua, ayah pasien kemudian membawa ke rumah sakit ketiga di Rumah Sakit Permata Bunda, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah. Ia pun mengaku lega dan tidak panik lagi, karena anaknya mendapatkan penanganan tim medis.
“Sempat ditolak dua kali, yang pertama saya membawa anak saya ke Rumah Sakit Yakkum, tapi tidak dilayani opname dengan alasan seluruh ruang sudah penuh dan akhirnya saya mencari rumah sakit lain yang terdekat yakitu di RSUD Dokter Soedjati, dan sempat diperiksa di ruang UGD. Tapi setelah diperiksa anak saya diminta untuk rawat jalan karena tidak masuk kriteria untuk dicover pembiayaan BPJS,” jelas Muhadi.
Lebih lanjut, Muhadi sempat jengkel dan ngotot untuk minta dilakukan rawat inap di RSUD tapi tetap tidak bisa dilayani dan harus menjalani rawat jalan dulu. Hingga ia memilih mencari Rumah Sakit lainnya.
“ Sampai Selasa siang ini, trombosit anak saya terus turun hingga dibawah empat puluh ribu per mikroliter. Kalau terus seperti ini saya akan bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Moewardi Solo saja,” Tambahnya.
Editor : Tata Rahmanta