GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Ribuan warga memadati jalan Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, untuk mengantarkan Suprapto mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 mendatang.
Antusiasme warga terlihat sepanjang perjalanan menuju balai desa. Poster dukungan dibentangkan, yel-yel diteriakkan, dan warga berbondong-bondong mengiringi langkah Suprapto. Suasana tersebut membuat prosesi pendaftaran calon kepala desa berlangsung meriah layaknya pesta demokrasi besar.
Namun, di balik riuhnya dukungan warga, terselip momen haru sebelum Suprapto berangkat menuju balai desa. Ia terlebih dahulu melakukan sungkeman kepada kedua orang tua dan mertuanya untuk memohon doa restu sebelum mengikuti kontestasi Pilkades.
Suasana emosional tak terhindarkan ketika Suprapto memeluk orang-orang terdekatnya. Air mata mengiringi momen tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan doa untuk langkah pertamanya maju dalam pemilihan kepala desa.
Bagi Suprapto, pencalonan ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kontestasi Pilkades. Ia berharap dapat membawa Desa Kenteng menjadi lebih maju dan sejahtera, sekaligus melanjutkan program pemerintahan desa sebelumnya yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini pendaftaran berjalan lancer, dan Langkah kedepan pokoknya kitia bertujuan sama tapi harus rukun beda pilihan tidak masalah tapi harus tetap rukun. Kita kedepan akan melanjutkan Pembangunan yang sudah berjalan dan semoga bisa menjagah Amanah warga,” ucap Suprapto.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Kenteng, Sudibyo, menjelaskan bahwa terdapat dua calon yang akan mengikuti proses pendaftaran dalam Pilkades tahun ini. Untuk menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi gesekan ant pendukung, panitia mengatur jadwal pendaftaran masing-masing calon pada waktu yang berbeda.
“Untuk saat ini ada dua calon yang akan mendaftar. Dan kita atur jadwal pendaftaran agar tidak bersamaan, untuk calon pertama pagi ini dan calon kedua nanti siang. Sehingga bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena takutnya kalau jam pendaftaran dalam waktu bersamaan bisa mengakibatkan bentrok antar pendukung,” tegas Sudibyo.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
