Penyaluran air tidak hanya menyasar wilayah Boyolali Utara, tetapi juga sejumlah kawasan pegunungan, termasuk Kecamatan Tamansari dan sekitarnya.
Pudam juga melayani permintaan dropping air secara mandiri berdasarkan permohonan masyarakat maupun kelompok sosial yang membutuhkan bantuan air bersih.
Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Ampera, Yuffi Agtria Primajaya, mengatakan wilayah yang paling rentan mengalami krisis air adalah daerah yang sumber pasokannya bergantung pada embung.
"Kami melakukan pemantauan ketat terhadap sisa kapasitas air di embung-embung tersebut. Pengolahan air dibatasi dan diatur sesuai kebutuhan agar cadangannya dapat bertahan hingga perkiraan musim hujan tiba," jelas Yuffi.
Dari delapan embung yang dikelola Pudam, saat ini hanya dua yang masih memiliki persediaan air, yakni Embung Musuk dan Embung Pusporenggo.
Sedangkan enam embung lainnya telah mengering, yakni Embung Ringinlarik, Melikan, Cabean, Musuk 1, Watu Gajah, serta satu embung lainnya yang masuk dalam jaringan sumber air Pudam.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
