Sejumlah karya siswa juga diarahkan untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual (HKI).
Salah satu anggota tim Virewaste, Maulana Rosa Astaghis, mengatakan keberhasilan meraih emas tidak lepas dari kerja sama dan ketekunan seluruh anggota tim.
"Medali emas ini bisa diraih berkat kerja sama tim dan ketekunan selama proses latihan hingga kompetisi," katanya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP RUQ Al Falah, Nur Aini Dewi Rahmawati, menambahkan Virewaste tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga melatih siswa memahami dan memecahkan persoalan lingkungan.
Adapun HOLO-SIGN memanfaatkan multisensor untuk menangkap gerakan tangan pengguna. Data tersebut kemudian diolah untuk memberikan umpan balik melalui teknologi holografik.
Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung pembelajaran bahasa isyarat, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
