SALATIGA, iNewsBoyolali.id – Prestasi membanggakan diraih siswa SMP RUQ Al Falah dan MA RUQ Al Falah Salatiga. Dua tim sekolah tersebut berhasil meraih dua medali emas dalam kompetisi karya inovasi di Selangor, Malaysia, 20-23 September 2026.
Tim SMP RUQ Al Falah meraih emas dalam World Invention Competition and Exhibition (WICE) melalui inovasi bernama Virewaste. Karya tersebut merupakan game edukasi yang memadukan teknologi virtual reality (VR) dengan board game untuk pembelajaran sekaligus pemecahan masalah lingkungan.
Sementara itu, tim MA RUQ Al Falah memperkenalkan HOLO-SIGN, yakni sarung tangan pintar multisensor dengan umpan balik holografik yang dirancang untuk membantu proses pembelajaran bahasa isyarat.
Direktur Pendidikan Yayasan Al Falah Salatiga, Mahfud Sidiq Muhayyat, mengatakan prestasi tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan pengetahuan menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Anak-anak tidak hanya sukses mendapatkan medali emas, tetapi juga telah menginternalisasi ajaran dan nilai-nilai yang ada di Al Falah menjadi sebuah karya," kata Mahfud, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, pengembangan karya penelitian siswa akan terus dilakukan melalui kelompok student research di SMP dan MA RUQ Al Falah. Hasil penelitian juga didokumentasikan dalam Jurnal Sains Al Falah yang kini telah memasuki volume keempat.
"Yang dikerjakan enam orang pertama nanti akan estafet dikembangkan oleh enam orang kedua, enam orang ketiga dan selanjutnya sampai menjadi produk yang benar-benar valid dan teruji untuk bisa dipakai," ujarnya.
Sejumlah karya siswa juga diarahkan untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual (HKI).
Salah satu anggota tim Virewaste, Maulana Rosa Astaghis, mengatakan keberhasilan meraih emas tidak lepas dari kerja sama dan ketekunan seluruh anggota tim.
"Medali emas ini bisa diraih berkat kerja sama tim dan ketekunan selama proses latihan hingga kompetisi," katanya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP RUQ Al Falah, Nur Aini Dewi Rahmawati, menambahkan Virewaste tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga melatih siswa memahami dan memecahkan persoalan lingkungan.
Adapun HOLO-SIGN memanfaatkan multisensor untuk menangkap gerakan tangan pengguna. Data tersebut kemudian diolah untuk memberikan umpan balik melalui teknologi holografik.
Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung pembelajaran bahasa isyarat, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
