Menurutnya, gejala mulai dirasakan siswa sekitar tujuh jam setelah makanan dikonsumsi. Menu MBG yang dibagikan terdiri atas nasi putih, sup berisi makaroni, jamur, wortel dan daging ayam, serta tahu pong.
"Makanan disajikan jam 09.00 WIB, lalu gejala baru muncul sekitar jam 16.00 WIB. Rentang waktu ini memang masuk dalam onset masa inkubasi keracunan makanan," jelasnya.
Untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut, Dinkes Boyolali telah mengambil dan mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.
"Sampel sudah kami kirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Semarang. Kami masih menunggu hasil resminya keluar," kata Kristandiyoko.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
