Ribuan Warga Boyolali Berebut 30 Ribu Apem Keong Mas, Tradisi Saparan Penuh Berkah

Tata Rahmanta
Ribuan warga berebut kue apem dalam Tradisi Sebaran Apem Keong Mas di Alun-Alun Pengging, Boyolali, Jumat (8/8/2026). Foto: iNewsBoyolali.id

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Ribuan warga memadati Alun-Alun Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (8/8/2026) sore. Mereka antusias berebut 30 ribu kue apem dalam tradisi Sebaran Apem Keong Mas yang menjadi bagian dari rangkaian tradisi Saparan.

Suasana meriah terjadi ketika puluhan ribu apem disebarkan dari atas panggung. Dalam hitungan menit, seluruh kue apem ludes menjadi rebutan warga.

Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mendapatkan apem. Ada yang membawa payung, kardus, loyang, kain, hingga menangkap kue dengan tangan kosong.

Tak hanya warga Boyolali, tradisi yang dipercaya sebagai simbol ngalap berkah tersebut juga menarik pengunjung dari berbagai daerah.

Salah satunya Rusita, warga asal Jogja, yang sengaja datang ke Pengging untuk menyaksikan tradisi sekaligus mendapatkan apem.

"Aku jauh-jauh dari Jogja untuk menyaksikan acara ini. Senang bisa mendapatkan apem karena di Jogja tidak ada acara seperti ini. Kata orang, apem ini kalau ditaruh di sawah supaya panennya banyak," kata Rusita.

Menurutnya, tradisi Sebaran Apem Keong Mas merupakan kegiatan unik yang perlu terus dilestarikan.

"Senang bisa mencari berkah dari acara tradisi ini. Bagus, unik dan perlu dilestarikan serta dijaga agar tidak punah," ujarnya.

Sebelum disebarkan kepada masyarakat, dua gunungan apem Keong Mas terlebih dahulu dikirab dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju Alun-Alun Pengging. Jarak kirab sekitar satu kilometer.

Kirab tersebut dikawal prajurit Pakoso dari Keraton Surakarta Hadiningrat dan menjadi salah satu bagian sakral dalam rangkaian tradisi Saparan.

Tradisi Sebaran Apem Keong Mas digelar setiap bulan Safar dalam penanggalan Jawa. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa agar lahan pertanian warga terhindar dari serangan hama, khususnya keong mas.

Berdasarkan cerita turun-temurun, tradisi tersebut bermula ketika wilayah Pengging dilanda serangan hama keong mas. Saat itu, Ki Ageng Yosodipuro memerintahkan para petani mengumpulkan keong mas, mengukusnya, kemudian menyebarkannya ke sawah sebagai simbol penolak hama.

Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut berubah menjadi sebaran kue apem yang dibungkus janur dan dikukus. Meski bentuknya berubah, makna filosofinya tetap dipertahankan sebagai doa dan harapan agar hasil pertanian masyarakat melimpah.

Raja Keraton Surakarta, Pakubuwono XIV Mangkubumi, yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai Sebaran Apem Keong Mas merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga.

"Semoga acara sebaran apem di Pengging pada bulan Safar ini, di setiap wilayah yang mempunyai tradisi ini, tetap lestari dan terjaga budayanya serta tradisinya. Semoga semakin membawa dampak yang luar biasa untuk masyarakat sekitar," ujar PB XIV Mangkubumi.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana mengatakan tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang diberikan Tuhan.

"Acara ini sebagai lambang rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat yang diberikan dan tentunya kepada keluarga, serta memohon ampunan dengan harapan semakin berkah, semakin guyub rukun, gemah ripah loh jinawi, dan adem tentrem," kata Fajar.

Kini, Sebaran Apem Keong Mas tidak hanya menjadi warisan budaya masyarakat Pengging, tetapi juga berkembang sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap tahun.

Melalui tradisi tersebut, masyarakat berharap nilai gotong royong, rasa syukur, serta doa untuk mendapatkan hasil pertanian yang melimpah dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network