Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut berubah menjadi sebaran kue apem yang dibungkus janur dan dikukus. Meski bentuknya berubah, makna filosofinya tetap dipertahankan sebagai doa dan harapan agar hasil pertanian masyarakat melimpah.
Raja Keraton Surakarta, Pakubuwono XIV Mangkubumi, yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai Sebaran Apem Keong Mas merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga.
"Semoga acara sebaran apem di Pengging pada bulan Safar ini, di setiap wilayah yang mempunyai tradisi ini, tetap lestari dan terjaga budayanya serta tradisinya. Semoga semakin membawa dampak yang luar biasa untuk masyarakat sekitar," ujar PB XIV Mangkubumi.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
