Untuk membangun Indonesia ke depan, Haedar menilai dibutuhkan kebijakan yang terpadu, holistik, dan moderat. Pancasila merupakan ideologi modern yang merangkul keberagaman melalui pendekatan dialogis.
”Butuh ruang dialog, diskusi, dan masukan dari berbagai pihak,”katanya.
Muhammadiyah Sapen Universal School merupakan pengembangan layanan pendidikan melalui kelas jauh SD Muhammadiyah Sapen yang terletak di Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul. MSUS dikembangkan sebagai sekolah dasar berwawasan global yang memadukan Kurikulum Nasional dengan pendekatan internasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam, Kemuhammadiyahan, kebangsaan, dan budaya Indonesia. Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dasar yang adaptif terhadap perkembangan dunia sekaligus kuat dalam pembentukan karakter.
Pembelajaran perdana dimulai pada 13 Juli mendatang dengan membuka dua rombongan belajar, kelas I dan kelas III yang masing-masing terdiri atas dua kelas paralel.
Kekuatan utama MSUS terletak pada kurikulum yang mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan praktik-praktik terbaik dari Cambridge Curriculum dan International Baccalaureate (IB). Selain itu juga menerapkan pendekatan deep learning, project-based learning, problem-based learning, STEAM, coding, literasi digital, kecerdasan artifisial, global citizenship, serta digital citizenship yang diintegrasikan dengan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tahfiz Al-Quran, Bahasa Arab, serta penguatan budaya Indonesia dan kearifan lokal.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
