YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto, belakangan menuai banyak sorotan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai evaluasi dan pembenahanmutlak dilakukan agar program strategis nasional ini tidak melenceng dari tujuan utamanya.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M Nurul Yamin mengatakan, Muhammadiyah berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah untuk mengawal program MBG agar berjalan secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.
"Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan," ujarnya dalam siaran persnya Rabu (17/6/2026).
Muhammadiyah menegaskan bahwa program MBG tidak boleh dipandang remeh sebagai proyek pembagian makanan semata. Bagi mereka, ini adalah investasi jangka panjang untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dibayangi tantangan pemenuhan gizi.
Melalui jaringan luas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Muhammadiyah dinilai memiliki modal infrastruktur yang matang untuk menyukseskan program ini dari hulu ke hilir.
Langkah ini juga selaras dengan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang mengedepankan dakwah berbasis pelayanan sosial dan kemaslahatan umat. Tiga Pilar Standar MBG ala Muhammadiyah, keamanan pangan yang memenuhi standar halal dan tayib; tata kelola profesional dan keberlanjutan.
Yamin mengingatkan pemerintah dan para pelaksana program bahwa indikator keberhasilan MBG tidak boleh hanya diukur dari angka statistik atau seberapa banyak jumlah penerima manfaatnya.
"Keberhasilan program MBG juga diukur dari kualitas sistem yang dibangun. Penguatan kapasitas pengelola, pengawasan berkala, dan transparansi adalah bagian yang tidak terpisahkan," tegasnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
