Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya mengatakan, bakti sosial pengobatan gratis yang telah berlangsung hampir 30 tahun tersebut merupakan bagian dari refleksi spiritual umat Buddha menjelang puncak Waisak.
“Waisak itu ada momentum yang bisa menjadi refleksi untuk moralitas dan kemauan kita sebagai umat Buddha. Salah satu ajarannya adalah untuk kepedulian sosial dan cinta kasih kepada semua orang manusia. Karena itu, baksos ini adalah salah satu praktik Dharma sebelum acara puncak Waisak,” ujar Karuna.
Selain layanan kesehatan umum, tahun ini panitia juga menghadirkan inovasi baru berupa terapi energi Qi Gong serta skrining tuberkulosis (TBC) menggunakan perangkat rontgen mobile. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu upaya penekanan angka kasus TBC di Indonesia.
Pelaksanaan pengobatan gratis ini melibatkan ribuan tenaga medis, relawan, serta ratusan dokter umum dan dokter spesialis dari berbagai daerah dan lintas profesi.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
