Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Blora Naikkan Harga hingga Kurangi Produksi

Heri Purnomo
Perajin tempe mengurangi produksi karena harga kedelai melejit. (Foto: iNews).

BLORA,iNewsBoyolali.id- Kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe rumahan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terpaksa menaikkan harga jual. Kenaikan ini juga berdampak pada penurunan produksi akibat sepinya pembeli.

Harga kedelai yang sebelumnya sekitar Rp9.500 per kilogram kini naik menjadi hampir Rp12.000 per kilogram. Kondisi ini membuat para perajin harus memutar otak agar tetap bisa bertahan.

Salah satu perajin tempe, Endang, mengaku terpaksa menaikkan harga jual tempe sebesar Rp1.000 per kilogram. Dari sebelumnya Rp14.000, kini menjadi Rp15.000 per kilogram.

“Kenaikan harga kedelai cukup memberatkan, jadi mau tidak mau harga tempe ikut naik,” ujarnya.

Tak hanya itu, Endang juga mengurangi jumlah produksi. Saat ini ia hanya mampu memproduksi sekitar 20 kilogram tempe per hari karena permintaan menurun.

Selain dampak harga kedelai, perajin juga menghadapi kenaikan harga bahan pendukung lainnya. Endang mengaku kini beralih dari kemasan plastik ke daun jati karena harga plastik ikut naik.

Kondisi ini semakin menekan usaha perajin tempe kecil yang bergantung pada stabilitas harga bahan baku. Mereka berharap harga kedelai bisa kembali stabil agar usaha tetap berjalan normal.

 

 

 

 

 

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network