“Pertemuan tersebut mendapatkan respons positif terkait rencana perbaikan GMM tahun ini, namun persetujuan bantuan masih dalam proses,” kata Krisna.
Ia berharap PG Blora dapat kembali beroperasi pada tahun 2026 karena keberadaan pabrik tersebut memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.
Menurutnya, lebih dari 250 petani tebu, sekitar 600 karyawan, serta lebih dari 1.000 tenaga tebang angkut dan sopir truk menggantungkan aktivitas ekonomi pada operasional pabrik tersebut.
“Selain itu toko, warung makan, dan berbagai kegiatan ekonomi di sekitar pabrik juga ikut bergerak ketika pabrik beroperasi,” ujarnya.
Manajemen PT GMM menyatakan tetap optimistis pabrik gula tersebut dapat kembali bangkit.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Blora, Ketua DPRD Blora, APTRI, Serikat Pekerja GMM, dan seluruh masyarakat yang terus membantu. Kita harus terus bergandeng tangan untuk menghidupkan kembali pabrik gula kebanggaan masyarakat Blora ini,” kata Sri Emilia.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
