Selain menerima paparan teori, para peserta juga mengikuti simulasi langsung teknik dasar BHD, mulai dari pemeriksaan pernapasan, teknik resusitasi jantung paru (RJP), hingga pemberian napas buatan. Praktik ini dilakukan secara bergantian dengan pendampingan tenaga medis.
Komandan Wingdik 400/Matukjur Kolonel Pas Roni Wijaya, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya siaga darurat di lingkungan satuan pendidikan TNI AU.
“Setiap personel harus memiliki kemampuan dasar menyelamatkan nyawa, tidak hanya saat bertugas, tetapi juga di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
