BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelontorkan anggaran besar dari APBD 2025 untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan. Total dana Rp 4,25 miliar dialokasikan untuk pengadaan alat medis General Monitor Diagnostic di 25 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Boyolali.
Setiap unit alat diagnostik multifungsi ini dibeli dengan harga sekitar Rp 170 juta dan telah selesai didistribusikan ke seluruh puskesmas penerima. Pengadaan tersebut menjadi salah satu proyek strategis akhir tahun 2025 di sektor kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, FX. Kristandiyoko, menjelaskan bahwa investasi miliaran rupiah ini ditujukan untuk mempercepat dan mempermudah proses pemeriksaan pasien di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Alat ini satu perangkat dengan banyak fungsi. Mulai dari pemeriksaan THT, EKG, tekanan darah non invasif, saturasi oksigen, denyut nadi, hingga suhu tubuh. Bahkan bisa terintegrasi dengan pemeriksaan kimia darah seperti kolesterol, glukosa, dan asam urat,” jelasnya saat mendampingi Bupati Boyolali melakukan monitoring di Puskesmas Klego dan Simo, Kamis (22/1/2026).
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
