KULONPROGO, iNewsboyolali.id - Desa Wisata Gerbosari di Samigaluh, Kulonprogo kini menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Menawarkan, keindahan Puncak Suroloyo, Rumah Jamu Menoreh hingga Agrowisata Krisan menjadi bukti pendampingan dan inovasi UMKM mampu megubah potensi lokal menjadi magnet wisata.
Komitmen mengembangkan desa-desa penyangga Zona Otorita Borobudur terus dilakikan Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) untuk menguatkan desa-desa penyangga di Zona Otorita Borobudur. Pendampingan yang dilakukan sejak 2021 terhadap 16 desa kini mulai menunjukkan hasilnya. Pelaku UMKM dan pelaku wisata didorong naik kelas melalui pelatihan manajemen kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
Direktur Utama BPOB, Agustis Peranginangin mengatakan, program pendampingan bertujuan meningkatkan daya saing SDM pariwisata sekaligus memperkuat rantai pasok ekonomi kreatif di kawasan Borobudur. Program pendampingan dan inkubasi difokuskan untuk mendorong UMKM lebih berdaya saing.
“Dengan kemampuan manajemen yang baik, mereka dapat memperkuat ekosistem pariwisata dan berkontribusi pada percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujar Agustin.
Untuk memastikan pendampingan berjalan optimal, BPOB menggandeng sejumlah universitas dan lembaga profesional dalam empat bidang utama: keuangan, operasional, SDM, dan pemasaran. Pelaku UMKM juga difasilitasi mengikuti berbagai event nasional maupun internasional agar merasakan langsung manfaat transaksi penjualan.Desa Gerbosari yang berada di perbukitan Menoreh ini tengah bersinar dengan tiga destinasi unggulan. Puncak Suroloyo, titik tertinggi Pegunungan Menoreh, kini menjadi magnet wisatawan yang ingin menikmati panorama 360 derajat. Meskipun harus menapaki sekitar 300 anak tangga, pemandangan yang tersaji membuat perjalanan terbayar tuntas.
Sementara itu, Agrowisata Krisan berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat. Didukung letak geografis yang sejuk, tanaman krisan tumbuh subur dan menjadi primadona wisata. Agrowisata ini bahkan menerima Bantuan Khusus Keuangan dari Pemerintah DIY untuk bangkit setelah terpukul pandemi Covid-19.
“Pelatihan dari BPOB menambah wawasan saya tentang kepariwisataan. Ilmu itu kami gunakan untuk memperbaiki manajemen produk wisata. Setelah kemasannya lebih menarik, jumlah wisatawan meningkat,” kata Isharyanto, Ketua Desa Wisata Gerbosari.ungkapnya.
Pengelola Rumah Jamu Menoreh, Mulyono mengatakan, potensi wisata tidak cukup hanya mengandalkan keunikan, melainkan membutuhkan kemampuan manajemen yang baik. Rumah Jamu Menoreh bergabung dalam paket wisata kebugaran Moekti Diri di kawasan DeLoano Glamping, yang juga dikelola BPOB.
“Gerbosari kini menjadi tujuan wisata yang dilirik wisatawan domestik maupun mancanegara,”katanya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
