Truk Kontainer Mundur Tak Terkendali di Boyolali, Motor Pegawai BPS Hancur Terlindas
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Kecelakaan tunggal truk kontainer mengakibatkan jalur utama Solo-Semarang, tepatnya di kawasan Tegalwire, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, lumpuh total pada Jumat (6/11/2026) siang. Boks kontainer yang terlepas dari kepala truk terguling melintang hingga menutup seluruh badan jalan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.10 WIB itu melibatkan truk kontainer bernomor polisi L 8018 UCC. Truk bermuatan 25 ton arang kayu tersebut diketahui melaju dari Surabaya menuju Kecamatan Ampel, Boyolali.
Kecelakaan bermula ketika sopir truk bernama Agung hendak menepi untuk mengisi bahan bakar di SPBU Tegalwire. Namun, saat melewati akses masuk SPBU yang menanjak, sistem pengereman truk mendadak tidak berfungsi.
"Sistem remnya ngempos (los). Pas mau oper gigi, truk langsung gelondor (mundur di tanjakan) dan mesinnya mendadak mati," ungkap Agung di lokasi kejadian.
Truk kemudian meluncur mundur semakin kencang tanpa kendali. Bagian belakang kendaraan menghantam bangunan warung di sisi selatan jalan dan melindas sepeda motor hingga ringsek sebelum akhirnya masuk ke parit.
Benturan keras membuat pengunci boks kontainer terlepas dari kepala truk. Boks berukuran besar itu jatuh dan terguling melintang di tengah jalan, sementara kepala truk masih berada di lokasi kejadian.
Di balik kecelakaan tersebut, terdapat kisah dramatis seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Boyolali, Prihanto Widyan A (45), yang nyaris menjadi korban terlindas truk.
Saat kejadian, Prihanto sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio untuk menjalankan tugas mengantarkan surat ke Klinik Indra Medika.
Dia mengaku sempat melihat truk kontainer di depannya melaju perlahan menuju area atas SPBU. Namun, situasi mendadak berubah ketika kendaraan besar itu justru bergerak mundur.
Awalnya pergerakan truk masih terlihat lambat. Namun, beberapa saat kemudian kecepatannya semakin bertambah sehingga Prihanto menduga terjadi kerusakan pada sistem pengereman.
"Awalnya mundurnya pelan. Tapi lama-kelamaan kok makin cepat. Wah, saya batin ini kayaknya remnya ngeblong," kata Prihanto.
Menyadari truk akan menghantamnya, Prihanto mengambil keputusan berisiko dengan meninggalkan sepeda motornya. Dia melempar motor ke samping dan melompat ke tepi jalan untuk menyelamatkan diri.
"Saya lempar motor, lalu melompat pas ke ujung got (parit). Puji Tuhan, ada celah sedikit sehingga saya bisa keluar. Kalau tidak melompat, ya tidak tahu lagi nasib saya," tuturnya.
Prihanto beruntung lolos dari maut. Dia hanya mengalami luka lecet pada bagian kaki. Sebaliknya, sepeda motor Yamaha Mio miliknya hancur setelah terlindas roda belakang truk dan terperosok ke dalam parit.
Terputusnya akses seluruh lajur dari arah Solo membuat kemacetan panjang tidak terhindarkan. Arus kendaraan di jalur utama penghubung Solo-Semarang sempat lumpuh akibat boks kontainer yang melintang di tengah jalan.
Satlantas Polres Boyolali langsung menerapkan rekayasa lalu lintas menggunakan sistem contraflow atau pengalihan kendaraan dengan memanfaatkan jalur berlawanan.
Pengaturan arus diberlakukan mulai dari bukaan jalan di depan Mapolres Boyolali hingga Simpang Empat Tegalwire.
Sejumlah personel kepolisian diterjunkan untuk mengatur kendaraan dan memastikan arus lalu lintas tetap bergerak di tengah proses penanganan kecelakaan.
Editor: Tata Rahmanta