Whoosh Bidik 24 Ribu Penumpang per Hari Saat Nataru, Diskon Tiket hingga 40 Persen Disiapkan
BANDUNG, iNewsBoyolali.id – Kereta Cepat Whoosh diprediksi kebanjiran penumpang selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperkirakan jumlah pengguna layanan Jakarta-Bandung tersebut bisa menembus 24.000 orang per hari, meningkat sekitar 10–15 persen dibandingkan hari biasa.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KCIC menyiapkan tambahan kapasitas layanan sekaligus berbagai program promosi. Salah satu yang ditawarkan adalah potongan harga tiket hingga 40 persen melalui program kartu langganan.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengatakan jumlah penumpang Whoosh pada hari kerja normal berkisar 16.000 hingga 18.000 orang per hari. Sementara saat akhir pekan, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 21.000 penumpang.
"Untuk libur Natal dan Tahun Baru, kami berharap bisa mencapai 23.000 hingga 24.000 penumpang per hari," kata Emir dalam acara Media Jogja Goes to Whoosh di Stasiun Bandung, Kamis (5/11/2026).
Siapkan 62 Perjalanan Setiap Hari
Menghadapi peningkatan jumlah pengguna, KCIC memastikan operasional Whoosh tetap berjalan dengan kapasitas maksimal. Sebanyak 62 perjalanan disiapkan setiap hari dengan total kapasitas mencapai 36.000 tempat duduk.
Kereta cepat yang melaju hingga 350 kilometer per jam itu mampu memangkas waktu perjalanan Jakarta-Bandung menjadi sekitar 30 menit. Kehadirannya juga mengubah pola mobilitas masyarakat, termasuk pekerja yang kini bisa bepergian antarkota untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sejak mulai beroperasi, Whoosh tercatat telah melayani lebih dari 18 juta penumpang.
Salah seorang peserta, Garth Antaqona, menilai kecepatan dan efisiensi waktu menjadi keunggulan utama Whoosh. Menurutnya, perjalanan Jakarta-Bandung kini jauh lebih praktis karena tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di jalan.
"Naik Whoosh sangat membantu karena perjalanan Jakarta-Bandung menjadi jauh lebih cepat. Waktu yang biasanya habis di perjalanan bisa digunakan untuk kegiatan lain. Apalagi saat liburan, transportasi seperti ini membuat perjalanan lebih praktis dan nyaman," ujar Garth Antaqona.
Diskon Tiket hingga 40 Persen
Tak hanya mengandalkan kecepatan, KCIC juga menggeber program promosi untuk menarik minat masyarakat selama musim liburan.
Melalui program Kartu Langganan, penumpang berkesempatan mendapatkan potongan harga hingga 40 persen untuk pembelian paket 10 kali perjalanan.
KCIC juga menggandeng lebih dari 40 destinasi wisata di Jakarta dan Bandung. Kerja sama tersebut memungkinkan penumpang memperoleh berbagai keuntungan, mulai dari potongan harga hotel, diskon restoran, hingga tiket masuk gratis ke sejumlah tempat wisata.
Adapun tarif Whoosh tersedia dalam tiga pilihan kelas. Premium Economy dibanderol Rp275.000 hingga Rp350.000, Business Class Rp450.000, dan First Class Rp600.000.
Kapan Whoosh Diperpanjang hingga Yogyakarta?
Di tengah tingginya minat masyarakat, rencana pengembangan layanan kereta cepat ke kota lain, termasuk Yogyakarta, turut menjadi perhatian.
Emir Monti menyatakan KCIC pada prinsipnya siap apabila mendapat penugasan untuk mengoperasikan rute baru. Namun, keputusan mengenai pengembangan jaringan tersebut masih berada dalam pembahasan pemerintah.
"Jika nantinya ada penugasan dari pemerintah untuk mengoperasikan rute lain, tentu kami siap. Namun saat ini kajiannya masih di tingkat pemerintah," jelasnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pengenalan layanan Kereta Cepat Whoosh menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat perkembangan transportasi massal modern di Indonesia.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa melihat secara langsung bagaimana layanan transportasi modern dikembangkan dengan mengutamakan kecepatan, kenyamanan, dan konektivitas antarmoda. Hal ini menjadi gambaran penting bagi pengembangan transportasi publik ke depan," ujar Feni.
Dia menambahkan, integrasi antarmoda menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan kemudahan perjalanan kepada masyarakat. Saat ini, Stasiun Yogyakarta telah terhubung dengan berbagai layanan transportasi, mulai dari KRL, kereta api jarak jauh hingga kereta bandara.
"Kami terus mendorong integrasi antarmoda agar masyarakat semakin mudah berpindah dari satu layanan transportasi ke layanan lainnya. Dengan konektivitas yang baik, perjalanan masyarakat diharapkan menjadi lebih praktis, nyaman, dan efisien," katanya.
Editor: Tata Rahmanta