Ribuan Santri Tampil Unik, 45 Kafilah Semarakkan Hari Santri di Klaten
KLATEN, iNewsBoyolali.id – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan memeriahkan Kirab Festival Budaya Santri di kawasan Car Free Day (CFD) Klaten, Minggu (1/11/2026). Beragam kostum unik dan atraksi seni budaya yang ditampilkan peserta sukses menarik perhatian masyarakat.
Kegiatan yang digelar atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Klaten dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat ini menjadi panggung keberagaman sekaligus perayaan Hari Santri. Sedikitnya 45 kafilah ambil bagian, terdiri atas 13 kelompok anak-anak dan 32 kelompok dewasa.
Para santri tampil mengenakan berbagai kostum, mulai dari busana batik dan lurik, tokoh penyebar agama Islam, hingga pakaian menyerupai Firaun. Mereka juga membawa beragam properti, seperti miniatur unta, masjid, kabin, serta spanduk bertema Hari Santri.
Kirab yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" ini juga diikuti peserta dari instansi binaan Kemenag Klaten serta organisasi keagamaan.
Sepanjang rute CFD, peserta menampilkan berbagai kesenian tradisional, salah satunya reog. Penampilan tersebut semakin menambah kemeriahan perayaan Hari Santri di Kabupaten Klaten.
Salah satu peserta dari MTs Negeri 1 Klaten, Firda, mengatakan festival tersebut menjadi wadah bagi santri untuk mengenalkan kekayaan budaya Islami di Indonesia sekaligus mengembangkan kreativitas.
"Santri berbudaya ini mencerminkan budaya-budaya Islami yang ada di Indonesia. Santri harus terus berkreasi dan tidak menjadikan status sebagai santri sebagai batasan untuk berkarya," ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Klaten, Khumaidin, mengatakan festival tersebut digelar untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi santri. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa.
"Kami berharap masyarakat bisa lebih memahami budaya santri yang sebenarnya. Santri bukan hanya sosok yang menguasai ilmu agama, melainkan generasi yang berakhlak, santun, mandiri secara ekonomi, dan responsif terhadap tantangan zaman," ungkap Khumaidin.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, Jaka Purwanto, yang hadir mewakili Bupati Klaten, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut.
Dia menilai kegiatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan kembali kontribusi santri dalam menjaga toleransi dan mengembangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin di tengah keberagaman masyarakat.
"Melalui momen ini, kami berpesan agar santri di Klaten terus menunjukkan kepedulian tinggi, kreativitas, serta rasa cinta yang mendalam terhadap Tanah Air," ucapnya.
Kirab Festival Budaya Santri menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Santri di Kabupaten Klaten. Selain sebagai ajang kreativitas, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan sekaligus melestarikan seni dan budaya bangsa.
Editor: Tata Rahmanta