Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 14 Hari Dicari, Jenazah Korban KM Virgo Asal Boyolali Akhirnya Dipulangkan
Advertisement . Scroll to see content

Ribuan Santri Boyolali Disiapkan Jadi Generasi Emas 2045, Ini Pesan Wabup

Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:32 WIB
  • author Tata Rahmanta
Ribuan Santri Boyolali Disiapkan Jadi Generasi Emas 2045, Ini Pesan Wabup
Wakil Bupati Boyolali menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Desa Beji, Boyolali, Kamis (22/10/2026). Foto: Istimewa

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Ribuan santri di Kabupaten Boyolali diajak mengambil peran lebih besar dalam menentukan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Desa Beji, Kecamatan Andong, Kamis (22/10/2026).

Upacara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali itu diikuti ribuan santri, organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, pelajar, serta masyarakat setempat. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Boyolali, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Dwi Fajar menyampaikan bahwa Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan masa depan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia akan memasuki usia satu abad pada 2045. Momentum tersebut menjadi target untuk mewujudkan bangsa yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain.

Karena itu, santri diharapkan tidak minder ataupun membatasi cita-citanya. Dengan bekal pendidikan, ketekunan, dan pengabdian, santri memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa.

“Oleh karena itu, kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan,” pesan Dwi Fajar.

Ia menegaskan, perpaduan antara nilai-nilai keagamaan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi santri untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut