Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 14 Hari Dicari, Jenazah Korban KM Virgo Asal Boyolali Akhirnya Dipulangkan
Advertisement . Scroll to see content

Pengangguran Boyolali Tembus 19.924 Orang, Ribuan Loker Dibuka di Job Fair Inklusi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:56 WIB
  • author Tata Rahmanta
Pengangguran Boyolali Tembus 19.924 Orang, Ribuan Loker Dibuka di Job Fair Inklusi
Ratusan pencari kerja memadati Boyolali Job Fair Inklusi 2026 di Kantor Diskopnaker Boyolali, Jumat (23/10/2026). Foto: Istimewa

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Ribuan lowongan kerja ditawarkan dalam Boyolali Job Fair Inklusi 2026 yang digelar Pemkab Boyolali melalui Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker), Jumat-Sabtu (23-24/10/2026). Bursa kerja ini melibatkan lebih dari 35 perusahaan dan secara khusus membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan layak.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Diskopnaker Boyolali tersebut dibuka langsung Bupati Boyolali Agus Irawan. Selain menyediakan informasi lowongan, job fair ini menghadirkan layanan wawancara langsung (walk-in interview), pembuatan kartu pencari kerja (AK/I), talkshow ketenagakerjaan, serta informasi pelatihan kerja.

Kepala Diskopnaker Boyolali Sawitri Danik Rahayuni mengatakan, kegiatan ini juga melibatkan empat Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan tiga kantor cabang Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

“Boyolali Job Fair Inklusi 2026 ini kami selenggarakan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kami berharap ribuan lowongan yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi dan keterampilan masing-masing, termasuk bagi penyandang disabilitas,” ujar Sawitri Danik Rahayuni.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menghadirkan layanan wawancara langsung dan pembuatan kartu pencari kerja untuk memudahkan masyarakat mengakses kesempatan kerja.

“Kami ingin kesempatan kerja terbuka bagi semua kalangan. Melalui job fair inklusi ini, penyandang disabilitas juga memiliki peluang yang sama untuk masuk ke dunia kerja sesuai kemampuan mereka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Agus Irawan mengatakan, job fair menjadi sarana untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus mempercepat proses rekrutmen.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Boyolali, angkatan kerja pada 2025 mencapai 671.249 orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,97 persen atau 19.924 orang.

“Job fair ini bisa mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan. Bahkan, proses seleksi penerimaan tenaga kerja juga bisa dilakukan dalam waktu dan tempat bersamaan,” ujar Agus.

Dia menegaskan, kesempatan kerja harus terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Kita terus mendorong pemerataan dan kesempatan yang sama agar teman-teman difabel juga mendapatkan pekerjaan atau penghidupan yang lebih baik,” katanya.

Salah satu pencari kerja penyandang disabilitas, Pramono, menyambut baik penyelenggaraan Job Fair Inklusi 2026. Warga Kampung Gatak Kulon, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, itu berharap bisa kembali mendapatkan pekerjaan formal sesuai keterampilannya di bidang mekanik sepeda motor.

Pramono mengalami kecelakaan kerja saat bekerja di luar negeri pada 2009 yang menyebabkan dirinya mengalami disabilitas daksa. Sejak itu, dia mengaku kesulitan memperoleh pekerjaan formal dan mengandalkan pekerjaan informal, mulai dari juru parkir hingga petugas kebersihan dan pekerjaan serabutan.

“Adanya Job Fair Inklusi ini sangat membantu kami sebagai penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kami juga ingin memiliki kesempatan yang sama seperti pelamar kerja lainnya,” ujar Pramono.

Dia berharap semakin banyak perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas sesuai kemampuan dan keterampilan mereka.

Salah satu perusahaan yang berpartisipasi, PT Wanhe Garment Indonesia, menawarkan 6.000 lowongan untuk berbagai posisi. Human Resource Development (HRD) perusahaan, Volia Megarosi, mengatakan pihaknya saat ini memiliki 890 karyawan dan masih membutuhkan tambahan tenaga kerja.

Volia juga menyoroti tantangan mempertahankan pekerja muda berusia 18-25 tahun. Dia mengimbau pencari kerja agar tidak terburu-buru menolak pekerjaan sebelum memahami proses dan peluang pengembangan karier.

“Jangan pilih-pilih pekerjaan. Mencari kerja sudah tahu susah, jadi apa pun yang ada di depan kamu dinikmati dulu, enak tidak enaknya. Kalau sudah menikmati dan tahu prosesnya, jenjang karier akan mengikuti,” pesannya.

Melalui Job Fair Inklusi 2026, Pemkab Boyolali berharap penyerapan tenaga kerja meningkat dan akses terhadap lapangan pekerjaan semakin terbuka. Pemerintah juga mendorong perusahaan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan mengembangkan kemampuan.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut