Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hanguskan 4 Rumah dan 14 Kambing di Blora, Ini Pesan Wabup
Advertisement . Scroll to see content

Waduk Tempuran Blora Nyaris Mengering, Irigasi 420 Hektare Sawah Terhenti

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:57 WIB
  • author Heri Purnomo
Waduk Tempuran Blora Nyaris Mengering, Irigasi 420 Hektare Sawah Terhenti
Warga Mencari Ikan di Waduk Tempuran yang Airnya Mulai Menyusut , Kamis (8/9). (Foto /iNews)

BLORA, iNewsBlora.id – Waduk Tempuran di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami penyusutan volume air secara drastis setelah hujan tak turun sejak Mei 2026. Kondisi tersebut membuat fungsi teknis waduk sebagai sumber irigasi pertanian tidak lagi berjalan optimal.

Bagian selatan Waduk Tempuran kini mulai memperlihatkan dasar waduk. Air hanya tersisa di sejumlah cekungan yang masih menampung genangan. Kondisi tersebut bahkan dimanfaatkan warga untuk mencari ikan.

Bagian Operasi Waduk Tempuran, Giyono, mengatakan volume air saat ini mengalami penurunan sangat signifikan.

"Elevasi saat ini 113,6 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan volume sekitar 9.116,8 meter kubik. Padahal dalam kondisi normal volume maksimal bisa mencapai 1,7 juta meter kubik," kata Giyono.

Menurutnya, penyusutan tersebut terjadi karena tidak adanya hujan sejak Mei lalu. Akibatnya, ketersediaan air di waduk terus menurun hingga tidak lagi mencukupi kebutuhan irigasi.

Irigasi Sawah Terhenti

Dampak paling besar dirasakan para petani yang mengandalkan Waduk Tempuran untuk mengairi sawah.

Dengan volume air yang sangat terbatas, pengelola waduk saat ini sudah tidak dapat melayani kebutuhan irigasi teknis.

"Waduk Tempuran saat ini sudah tidak melayani irigasi karena volume air terbatas," ujarnya.

Padahal, Waduk Tempuran memiliki peran penting dalam sistem pengairan pertanian di wilayah tersebut. Waduk ini melayani irigasi lahan pertanian sekitar 420 hektare.

Luas layanan tersebut sebenarnya sudah mengalami penurunan dibandingkan kapasitas awal waduk.

Dalam sistem pengairan normal, petani terlebih dahulu mengajukan usulan kebutuhan air kepada pengelola waduk. Setelah permintaan diterima dan kondisi air memungkinkan, air kemudian dialirkan menuju lahan pertanian.

Namun, kondisi Waduk Tempuran saat ini membuat mekanisme tersebut tidak dapat berjalan seperti biasa.

Dasar Waduk Mulai Terlihat

Penyusutan air tidak hanya berdampak terhadap pertanian. Kondisi waduk yang semakin dangkal juga mengubah aktivitas warga di sekitar waduk.

Di sejumlah bagian yang masih terdapat genangan, warga memanfaatkannya untuk mencari ikan. Sementara area yang sebelumnya tertutup air kini berubah menjadi lahan terbuka karena dasar waduk mulai terlihat.

Kondisi tersebut menjadi gambaran serius dampak kemarau panjang terhadap ketersediaan air di Blora.

Jika hujan belum juga turun dan volume waduk terus menyusut, kebutuhan air untuk pertanian berpotensi semakin sulit dipenuhi.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut