Jurnalis Diminta Utamakan Perspektif Korban saat Liput Kasus Kekerasan Gender
Dia menegaskan, tidak semua informasi yang diperoleh wartawan dalam proses peliputan harus dipublikasikan. Terlebih jika informasi tersebut justru berpotensi memperburuk kondisi korban maupun keluarganya.
"Kalau memang terjadi, bisa kita minimalisasi sehingga tidak terjadi yang disebut reviktimisasi maupun kekerasan yang lainnya. Do not harm, ya, do not harm," ujarnya.
Surya berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas jurnalis agar mampu menghasilkan pemberitaan kasus kekerasan yang profesional, etis, dan akurat tanpa menimbulkan dampak buruk baru bagi korban.
Pelatihan ini juga diharapkan membantu jurnalis memahami berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, kerangka hukum perlindungan korban, serta menerapkan perspektif korban sejak proses wawancara hingga penyusunan berita.
Editor: Tata Rahmanta