Ditinggal Istirahat, Gudang Mebel di Boyolali Terbakar
BOYOLALI, iNews Boyolali.id — Sebuah gudang penyimpanan mebel berbahan kayu di Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terbakar pada Senin (21/9/2026) siang.
Kebakaran menghanguskan sekitar 90 persen bagian bangunan. Banyaknya material kayu di dalam gudang membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Camat Banyudono Sabarudin mengatakan, saat kejadian aktivitas di gudang sedang berhenti karena para pekerja memasuki waktu istirahat.
"Bangunan ini rencananya memang untuk gudang, jadi belum produksi. Hari ini sekitar istirahat siang, karyawannya berhenti untuk istirahat makan," kata Sabarudin.
Menurutnya, api pertama kali terlihat dari bagian belakang gudang. Percikan api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke material kayu yang berada di dalam bangunan.
"Di bagian belakang itu ada percikan api, lalu apinya cepat membesar dan sempat berusaha dimatikan dulu. Namun karena apinya semakin besar, lalu memanggil ke Damkar," ujarnya.
Sabarudin menambahkan, material yang terbakar mayoritas berupa kayu. Kondisi gudang yang masih kosong membuat tidak ada aktivitas produksi saat kebakaran terjadi.
"Bahan-bahan atau barang-barang yang terbakar hanya kayu-kayu saja karena ini juga masih kosong," katanya.
Petugas pemadam kebakaran menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman. Selain material kayu yang mudah terbakar, tiupan angin membuat kobaran api semakin besar.
Petugas Damkar Boyolali Sugiyanto mengatakan, lokasi kebakaran juga cukup jauh dari sumber air. Kondisi tersebut membuat petugas harus beberapa kali mengambil air untuk menjaga proses pemadaman tetap berlangsung.
"Kendala di lapangan salah satunya sumber air yang cukup jauh, sehingga kendaraan harus bolak-balik untuk mengambil air," ujar Sugiyanto.
Menurutnya, petugas juga dibantu relawan dengan menjebol bagian tembok samping gudang untuk mempermudah akses menuju titik api.
"Tembok di bagian samping juga dijebol agar petugas lebih mudah masuk dan menjangkau titik api," katanya.
Dalam proses pemadaman, Damkar Boyolali mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Petugas juga mendapat bantuan tiga truk tangki suplai air dari BPBD Boyolali.
Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku melakukan pemadaman. Namun, sekitar 90 persen bangunan gudang mengalami kerusakan akibat terbakar.
Kebakaran tersebut diketahui bukan kali pertama terjadi. Gudang yang sama sebelumnya juga sempat terbakar pada Rabu malam pekan lalu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Sementara kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 juta.
Editor: Tata Rahmanta