Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ponpes di Boyolali Berencana Setop Terima MBG
Advertisement . Scroll to see content

Gudang Rosok di Boyolali Terbakar, Api Membesar Usai Bakar Sampah

Senin, 21 September 2026 | 18:35 WIB
  • author Tata Rahmanta
Gudang Rosok di Boyolali Terbakar, Api Membesar Usai Bakar Sampah
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar gudang, Senin (21/9/2026). Foto: inews Boyolali.id

BOYOLALI, iNews Boyolali.id — Kebakaran melanda sebuah gudang penyimpanan barang rosok di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026) siang. Api dengan cepat membesar dan melalap tumpukan material yang mudah terbakar.

Kobaran api disertai asap hitam pekat membumbung tinggi hingga terlihat dari kejauhan. Kepulan asap berasal dari material plastik dan barang rosok yang terbakar.

Petugas gabungan harus bekerja ekstra keras untuk menjinakkan api. Selain karena banyaknya material mudah terbakar, asap tebal dari plastik yang terbakar juga membuat petugas mengalami sesak napas dan mata perih.

Kapolsek Boyolali Kota AKP Andi Setiawan mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Berdasarkan keterangan pekerja dan pemilik gudang, api diduga bermula saat seseorang membakar sampah di bagian belakang gudang.

"Awalnya membakar sampah di belakang rumah, setelah itu ditinggal di depan. Tahu-tahu api sudah membesar," kata Andi di lokasi kejadian.

Mendapat laporan kebakaran, Polsek Boyolali Kota kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, BPBD, serta Sat Samapta Polres Boyolali yang mengerahkan armada water cannon.

Sedikitnya dua armada Damkar Boyolali, dua armada pemadam milik TNI, dua mobil tangki air, satu armada bantuan dari Damkar Kabupaten Semarang, dan satu unit water cannon Polres Boyolali dikerahkan untuk memadamkan api.

Petugas harus menyemprotkan air secara terus-menerus karena api masih muncul dari sela-sela tumpukan plastik dan barang rosok. Material tersebut membuat api sulit dipadamkan dan berpotensi kembali menyala.

Sekitar pukul 14.15 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

"Jam 14.15 Alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan dengan bantuan dari rekan TNI dari Koramil dan juga warga sekitar," ujar Andi.

Andi menegaskan bangunan yang terbakar bukan rumah tinggal. Bangunan tersebut digunakan sebagai gudang untuk menyimpan berbagai barang rosok.

"Di sini adalah gudang yang beralamatkan di Winong, Kecamatan Boyolali. Tidak ditinggali, bukan tempat tinggal," tegasnya.

Salah seorang pekerja, Ahmadi, mengatakan gudang tersebut dipenuhi material yang mudah terbakar, di antaranya plastik dan sol sepatu.

"Isinya plastik sama sol sepatu. Bangunannya tidak besar tapi barangnya yang banyak. Karena material mudah terbakar, kena api sedikit langsung besar," kata Ahmadi.

Saat kebakaran terjadi, gudang dalam kondisi kosong dan tidak ada aktivitas pekerjaan. Ahmadi mengaku sebelumnya tengah membakar sampah di bagian belakang gudang.

Api kemudian diduga menyambar tumpukan barang rosok hingga membesar dan merembet ke bagian lainnya. Banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api berkembang dengan cepat.

Asap tebal yang membubung dari lokasi membuat warga sekitar panik dan berdatangan untuk melihat proses pemadaman.

Kondisi di dalam gudang juga cukup menyulitkan petugas. Hampir seluruh bagian bangunan dipenuhi barang rosok berbahan plastik yang mudah terbakar.

Salah satu pekerja freelance yang biasa bekerja di gudang tersebut mengatakan dirinya baru datang setelah mendengar kabar kebakaran dari warga. Saat api pertama kali muncul, kondisi gudang disebut sedang kosong.

"Kejadiannya sekitar jam dua belasan. Posisinya kosong. Awalnya api dari pojok sana kayaknya, saya tidak tahu. Saya di rumah, terus ramai-ramai ini tadi terus ikut ke sini. Sampai sini apinya sudah besar," katanya.

Dia menyebut barang yang tersimpan di dalam gudang antara lain potongan kulit sosis yang juga mudah terbakar.

Untuk mengantisipasi dampak asap, petugas pemadam bahkan harus menggunakan alat Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) saat melakukan pemadaman di area yang dipenuhi asap tebal.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut