Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gudang Rosok di Boyolali Terbakar, Api Nyaris Ludeskan Bangunan Joglo Ponpes
Advertisement . Scroll to see content

Peduli Warga Kekeringan, Relawan Squad Indonesia Salurkan Air Bersih ke Lereng Merapi Boyolali

Senin, 07 September 2026 | 08:48 WIB
  • author Tata Rahmanta
Peduli Warga Kekeringan, Relawan Squad Indonesia Salurkan Air Bersih ke Lereng Merapi Boyolali
Komunitas Relawan Squad Indonesia Chapter Boyolali menyalurkan bantuan air bersih di Desa Mriyan, Minggu (6/9/2026). (Foto: iNewsBoyolali.id).

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Melihat kondisi tersebut, Komunitas Relawan Squad Indonesia Chapter Boyolali turun tangan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.

Bantuan air bersih kali ini disalurkan kepada warga Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Boyolali, yang berada di lereng Gunung Merapi.

Relawan mendistribusikan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari minum, memasak, mencuci hingga kebutuhan ternak.

Ketua Komunitas Relawan Squad Indonesia Chapter Boyolali, Aldila Fajri, mengatakan aksi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kami sengaja menyalurkan bantuan air bersih karena warga di Desa Mriyan mengalami krisis air akibat kemarau panjang," kata Aldila.

Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun komunitas, warga yang terdampak krisis air bersih di wilayah tersebut mencapai sekitar 3.000 kepala keluarga.

Kondisi semakin berat karena warga yang tidak mendapatkan bantuan harus membeli air dengan harga sekitar Rp175 ribu hingga Rp300 ribu per tangki.

Bahkan, sebagian warga terpaksa menjual ternak untuk mendapatkan uang guna membeli air bersih.

"Kami mendapat informasi ada warga yang sampai menjual ternak untuk membeli air. Karena itu kami ingin sedikit membantu meringankan beban mereka," ujarnya.

Aldila menambahkan, bantuan air bersih tidak hanya disalurkan sekali. Komunitasnya berencana melakukan distribusi secara rutin selama warga masih mengalami kesulitan air.

"Ke depan kami akan berupaya rutin menyalurkan bantuan sampai musim penghujan datang," katanya.

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Mriyan. Salah satu warga, Marsih, mengaku sangat terbantu dengan adanya distribusi air bersih dari relawan.

Menurutnya, sumber air di wilayah tempat tinggalnya sudah mengering sejak sekitar tiga hingga empat bulan lalu, saat hujan terakhir turun.

"Sumber air sudah mengering sejak tiga sampai empat bulan lalu. Sekarang kami sangat mengandalkan bantuan air," ujar Marsih.

Ia mengatakan air yang diterima digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan ternak.

"Air ini untuk minum, memasak, mencuci, dan juga untuk ternak. Kalau tidak ada bantuan, kami terpaksa membeli," katanya.

Marsih mengaku harga air yang cukup mahal menjadi beban bagi warga. Ia bahkan pernah menjual ternak untuk memenuhi kebutuhan air.

"Pernah sampai menjual ternak untuk mencukupi kebutuhan air," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil mitigasi dan data BPBD Kabupaten Boyolali, kemarau panjang tahun ini berdampak terhadap 33 desa dan 95 dukuh yang tersebar di 11 kecamatan.

Wilayah terdampak tersebar mulai dari kawasan lereng Gunung Merapi hingga wilayah Boyolali bagian utara.

Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama sejumlah stakeholder, komunitas, dan pihak swasta terus melakukan penyaluran bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hingga saat ini, total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 2,5 juta liter air bersih.

Aksi Komunitas Relawan Squad Indonesia Chapter Boyolali diharapkan dapat membantu meringankan beban warga selama krisis air bersih masih berlangsung, sembari menunggu datangnya musim penghujan.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut