Semarak Friendship Run Boyolali, Pelari Berkostum Unik Sambut 1 Dekade Borobudur Marathon
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id — Sekitar seribu peserta memeriahkan Bank Jateng Friendship Run di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026). Bukan hanya berlari, sejumlah peserta tampil mencuri perhatian dengan mengenakan kostum budaya dan membawa berbagai atribut unik sepanjang rute 5 kilometer.
Ajang yang mengambil start dan finis di Kantor Bupati Boyolali ini menjadi bagian dari rangkaian menuju satu dekade Borobudur Marathon 2026. Kegiatan tersebut juga digelar dalam momentum HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah.
Sekda Jawa Tengah Sumarno mengibarkan bendera start yang menandai dimulainya Friendship Run. Peserta berasal dari pelari, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum.
Rute yang disiapkan menyusuri sejumlah ruas jalan perkotaan Boyolali. Jalurnya cukup ramah bagi pelari pemula, meski peserta tetap harus melewati beberapa tanjakan dan turunan.
Semangat kebersamaan semakin terasa karena peserta tidak hanya mengenakan pakaian olahraga. Ada yang membawa bendera Merah Putih berukuran besar, sementara peserta lainnya tampil menggunakan kostum khas daerah.
Fitri Amelia, salah satu peserta, memilih mengenakan pakaian adat Papua saat mengikuti lomba. Menurutnya, kostum tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan budaya Papua kepada masyarakat.
“Ini aku pakai adat Papua karena kostumnya menarik. Mengenalkan budaya juga, mengenalkan budaya Papua,” ujar Fitri.
Dia juga mengaku menikmati rute Friendship Run di Boyolali. Meski terdapat tanjakan, menurutnya jalur tersebut justru memberikan tantangan tersendiri bagi peserta.
“Di Boyolali ini rutenya pertama pasti ada tanjakan tapi seru banget, terus turunan. Jadi kalau mau latihan race di Boyolali seru,” katanya.
Peserta lain, Reni, memilih mengenakan kostum yang mengusung budaya Jawa Tengah. Ia mengaku tetap nyaman berlari meski harus membawa atribut kostum tersebut.
“Rutenya enak. Tanjakannya enggak banyak, jadi aman buat saya yang bawa banyak gini,” kata Reni.
Menurutnya, membawa kostum saat berlari menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia tetap ingin menunjukkan semangat mengikuti kegiatan tersebut.
“Start-nya boleh belakangan, tapi effort-nya enggak boleh kalah,” ujarnya.
Sementara itu, Susilo Hambek tampil dengan membawa bendera Merah Putih berukuran besar. Ia mengaku sudah terbiasa membawa bendera saat mengikuti kegiatan lari sejak 2012.
“Untuk membangkitkan semangat nasionalisme saja,” kata Susilo.
Meski mengakui bendera berukuran besar tersebut cukup berat, ia tetap membawanya sepanjang rute untuk memberikan semangat kepada peserta lain.
“Ya lumayan berat, tetapi untuk inilah, untuk memberi semangat pada yang lain,” ujarnya.
Selain menghadirkan berbagai atribut unik, kegiatan ini juga dimeriahkan penampilan tari tradisional Boyolali yang menyambut peserta di sepanjang rute.
Direktur Bisnis Dana dan Jasa Bank Jateng, Anna Kusumarita, mengatakan Bank Jateng berkomitmen mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk rangkaian Borobudur Marathon.
Menurutnya, Friendship Run di Boyolali menjadi salah satu agenda pemanasan sebelum rangkaian utama Borobudur Marathon 2026. Kegiatan ini juga melibatkan 10 UMKM yang telah melalui proses seleksi.
“Ini adalah event pemanasan dan puncaknya nanti pada tanggal 15 November 2026 di Borobudur Magelang. Di sana nanti lebih banyak lagi, sekitar 12.000 peserta,” ujar Anna.
Ia menambahkan, rangkaian pemanasan Borobudur Marathon masih akan berlanjut di Kota Semarang pada 20 September 2026.
“Pemanasan kedua di Semarang 20 September nanti,” katanya.
Sementara itu, Sekda Jawa Tengah Sumarno mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.
“Kita sama-sama mengajak masyarakat untuk pola hidup sehat, salah satunya olahraga,” ujar Sumarno.
Menurutnya, olahraga tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga membangun energi positif dan nilai sportivitas dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita berkompetisi itu butuh kejujuran, bisa menerima keputusan, bisa menerima hasil. Itu adalah bentuk kejujuran,” katanya.
Dengan mengusung tema “Decade of Legacy”, Friendship Run Boyolali menjadi ruang untuk mempertemukan pelari, komunitas, dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkenalkan budaya serta identitas lokal Boyolali dalam rangkaian menuju satu dekade Borobudur Marathon 2026
Editor : Tata Rahmanta