get app
inews
Aa Text
Read Next : Gudang Rosok di Boyolali Terbakar, Api Nyaris Ludeskan Bangunan Joglo Ponpes

Boyolali Siaga Kemarau, 9 Kecamatan Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:38 WIB
header img
BPBD Kabupaten Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Rabu (5/8/2026). Foto: Ist/

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau dengan memetakan wilayah rawan kekeringan serta mempercepat distribusi bantuan air bersih. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih yang setiap tahun mengancam sejumlah wilayah, khususnya Boyolali bagian utara.

Atas arahan Bupati Boyolali Agus Irawan, pemerintah daerah telah mengidentifikasi sembilan kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini. Pemetaan tersebut menjadi dasar penanganan di lapangan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Penanganan dilakukan secara terpadu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali bersama PMI, Perumda Air Minum Tirta Ampera, Dinas Pertanian, serta sejumlah instansi terkait.

Pada 30 Juli 2026, sebanyak 18 tangki air bersih didistribusikan ke enam titik di Kecamatan Wonosegoro, Juwangi, dan Musuk. Sementara hingga 3 Agustus 2026, BPBD mencatat bantuan telah menjangkau tujuh kecamatan, 20 desa/kelurahan, dan 41 dukuh dengan total 135 tangki atau sekitar 590.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 9.696 warga terdampak.

Distribusi bantuan terus berlanjut. Pada Rabu (5/8/2026), BPBD kembali mengirim tiga tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter ke Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro. Bantuan tersebut disalurkan ke Bercak Kidul RT 03/RW 01, Bercak Kidul RT 04/RW 01, dan Dukuh Ngasinan RT 06/RW 02.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan seluruh penanganan dilakukan berdasarkan hasil mitigasi yang telah disusun sejak awal musim kemarau.

"Berdasarkan hasil mitigasi terdapat sembilan kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan," ujar Ari Wahyu Prabowo, Kamis (6/8/2026).

Selain penanganan darurat, Pemkab Boyolali juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan membangun sumur dalam di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

"Kami juga mengusulkan pembangunan jaringan pipanisasi air dari wilayah Salatiga menuju Boyolali Utara kepada Bappenas sebagai solusi jangka panjang," katanya.

Menurut Ari, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan yang selama ini kerap dilanda kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Boyolali memastikan akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan menyesuaikan distribusi bantuan air bersih sesuai kebutuhan warga. Melalui mitigasi, penanganan darurat, dan pembangunan infrastruktur, pemerintah berkomitmen meminimalkan dampak kekeringan terhadap masyarakat.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut