Tinjau Sekolah Rakyat Kulonprogo, Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati Beri Sejumlah Catatan
KULONPROGO, iNewsboyolali.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subiyanto. Namun politisi PDI Perjuangan ini memberikan sejumlah catatan agar program ini benar-benar bisa meningkatkan pendidikan di Indonesia.
"Saya memberikan jempol untuk Presiden dan pemerintah. Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu jalan keluar bagi kelompok yang lemah, khususnya desil 1 dan 2, sejauh datanya benar. Untuk miskin ekstrem, program seperti ini memang sangat dibutuhkan," kata Esti saat memantau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi I (SRT) Kulonprogo, Jumat (31/7/2026).
Dalam kunjungan ini Mhy Esti melihat ruang kelas, asrama dan berdialog dengan siswa, kepala sekolah maupun Satker proyek. Menurut Esti ada beberapa catatan terkait tata kelola dan perencanaan pelaksanaan Sekolah Rakyat agar ke depannya dapat berjalan lebih optimal. Program ini masih tergesa-gesa karena ketersediaan guru dan jadwal pelaksanaan masih kurang.
"Segala sesuatu harus dirancang dengan cermat, konsepnya matang, perencanaannya matang, dan time schedule-nya jelas. Jangan sampai terkesan tergesa-gesa. Harusnya konsep matang dulu, fasilitas terisi, dan guru siap baru pembelajaran dimulai," ujarnya.
Esti mengatakan, status tenaga pendidik yang saat ini masih memanfaatkan sistem guru tamu pinjaman dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di luar jam mengajar formal mereka. Kesiapan dan efektivitas skema guru tamu ini perlu dievaluasi berkala.
Politisi asal Sleman ini juga minta agar pemerintah menghitung dampak implikasi Sekolah Rakyat terhadap sekolah-sekolah yang sudah ada di sekitarnya. Dengan daya tampung Sekolah Rakyat yang saat ini mencapai 359 siswa, perlu ada analisis mendalam agar tidak memicu penyedotan siswa secara masif dari sekolah swasta maupun negeri terdekat.
"Implikasinya harus dihitung. Apakah ada sekolah lain yang nantinya tidak mendapatkan murid?,” ujarnya.
Esti akan terus berupaya anak-anak Indonesia memperoleh haknya terutama dalam bidang pendidikan. Salah satunya dengan mengawal kasus empat anak yatim piatu di Medan Labuhan, Kota Medan, yang sempat terhambat untuk masuk ke Sekolah Rakyat karena kesiapan tempat.
Editor: Tata Rahmanta