Dalang Boyolali Usul Wayang Kulit Masuk Sekolah, Dinilai Efektif Tanamkan Pendidikan Karakter
"Permintaan saya tidak hanya mengadakan pagelaran wayang kulit, tetapi juga menghadirkan tokoh-tokoh wayang di sekolah. Dengan begitu, siswa dapat mengenal, memahami, dan mencintai budaya bangsa setiap hari," ujar Ki Gondo.
Pemilik Sanggar SKWL itu menjelaskan, budaya memiliki peran penting dalam membentuk jati diri bangsa. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus membangun karakter melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya, seperti kejujuran, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati.
Ki Gondo juga menegaskan pelestarian wayang kulit harus mengikuti perkembangan zaman. Wayang, kata dia, tidak boleh hanya dipentaskan dalam acara tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari agar mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi.
"Generasi muda bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga penentu masa depan budaya Indonesia. Mereka harus diberi ruang untuk mengenal, memahami, dan mengembangkan budaya sesuai zamannya," katanya.
Editor : Tata Rahmanta