get app
inews
Aa Text
Read Next : Industri Kreatif Boyolali Digenjot Tembus Pasar Global, Standarisasi Jadi Kunci

Banyuwangi 'Curi Start' di Pulau Jawa, Jadi Pionir Pembangunan Lewat Formula Wisata

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:04 WIB
header img
Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banyuwangi Budi Santoso saat memaparkan materi sebagai keynote speaker diacara Media Gathering 2026 Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina. Foto: iNews

Pariwisata sebagai 'Payung' Pembangunan

Berbeda dengan daerah sekitar Surabaya seperti Pasuruan, Probolinggo, atau Mojokerto yang kuat di sektor industri pabrik besar, Banyuwangi memilih jalan lain. 

"Mengingat kekayaan alamnya yang melimpah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen menjadikan pariwisata sebagai umbrella (payung) pembangunan daerah", Jelas Budi.

Menurutnya, Pariwisata dinilai sebagai investasi yang paling murah dan cepat untuk bisa langsung dinikmati oleh masyarakat. 

Formula ini terbukti sukses; ketika sektor pariwisata bergerak maju, sektor-sektor lain seperti pertanian, perikanan, hingga infrastruktur jalan ikut terdongkrak secara otomatis.

Bergeser ke Wisata Pengalaman (Experience)

Saat ini, tren pariwisata di Banyuwangi tidak hanya sekadar menjual pemandangan indah, tetapi sudah bergeser ke arah experience tourism (wisata pengalaman). 

"Disini wisatawan kita ajak terlibat langsung dalam proses lokal, seperti menyangrai kopi sendiri", Imbuhnya.

Banyuwangi juga kaya akan potensi komoditas, mulai dari kopi kualitas tinggi yang dikembangkan secara presisi dari hulu ke hilir—seperti di Sanggar Genjah Arum milik Pak Iwan—hingga cokelat kualitas ekspor di Glenmore, serta rekayasa teknologi lampu di kebun buah naga komoditas Banyuwangi Selatan yang meningkatkan produktivitas secara drastis pada malam hari.

"Jadi ketika malam hari, dari atas terlihat banyak lampu, itu adalah kebun buah naga", Ujarnya.

Kaya Event Budaya Nasional dan Internasional

Sektor budaya juga menjadi magnet utama. Dalam waktu dekat, tepatnya pada 18 Juli 2026, Banyuwangi akan menggelar Banyuwangi Ethno Carnival, sebuah ajang tahunan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Selain itu, ada pula Gandrung Sewu, sebuah pertunjukan kolosal yang melibatkan sekitar 1.500 penari Gandrung dari kalangan anak sekolah. 

Event yang digelar di Pantai Boom ini bukan sekadar tontonan, melainkan panggung apresiasi nasional sekaligus penggerak ekonomi bagi para pelaku seni dan kostum lokal.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut