Mantan Amir JI: Hati-Hati Pecah Belah, Hoaks dan Provokasi, Jaga Persatuan Bangsa
SEMARANG,iNewsBoyolali.id – Mantan Amir Jamaah Islamiyah (JI), Thoriquddin bin M. Faleh alias Abu Rusydan, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terpengaruh hoaks maupun provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kerukunan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat penegak hukum.
Dalam pesannya, Abu Rusydan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam, untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
"Seluruh masyarakat Indonesia, khususnya saudara-saudara umat Islam, kami ajak untuk bersama-sama menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan di lingkungan kita masing-masing," ujarnya.
Menurutnya, perbedaan pandangan, pilihan, maupun latar belakang merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Karena itu, setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah, saling menghormati, serta menaati hukum yang berlaku.
Abu Rusydan juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar, terutama di media sosial. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai berita bohong maupun ajakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu ketertiban umum.
"Oleh karena itu, mari kita menyelesaikan setiap persoalan dengan musyawarah, saling menghormati, serta menaati hukum yang berlaku. Jangan mudah terpengaruh oleh provokasi, berita bohong, ataupun ajakan yang dapat menimbulkan perpecahan dan mengganggu ketertiban masyarakat," katanya.
Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk memperbanyak kegiatan positif yang dapat mempererat silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, hubungan yang harmonis antarsesama menjadi modal penting dalam menjaga persatuan bangsa.
Ia menilai keamanan yang tetap kondusif akan memberikan manfaat besar bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari terciptanya suasana ibadah yang khusyuk, aktivitas kerja yang nyaman, proses belajar mengajar yang optimal, hingga tumbuhnya perekonomian.
Editor : Tata Rahmanta