get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Siswa SD Muhammadiyah Banyudono Gelar Salat Gaib Untuk Korban Banjir Sumatera–Aceh

Haedar Nashir Sebut Arah Pendidikan Perlu Ditinjau, Harus Sesuai Konstitusi

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:59 WIB
header img
ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan keterangan kepada wartawan usai meresmikan MSUS di Bantul, Sabtu (4/7/2026). (foto: Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut arah pendidikan di Indonesia perlu ditinjau kembali. Pendidikan tidak hanya sekadar kecerdasan intelektual, namun juga pada keimanan, ketakwaan dan akhlak.  

"Konsep dasar pendidikan kita itu mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh. Sesuai Pasal 31 UUD 1945, outputnya adalah manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Jadi, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan keluhuran budi pekerti," ujar Haedar Nashir di sela meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), di Kasihan, Bantul, Sabtu (4/7/2026).

Haedar menegaskan pentingnya mengembalikan arah pendidikan nasional pada konsep dasarnya yang holistik (menyeluruh). Ia mengingatkan agar dunia pendidikan dan berbagai aspek kehidupan masyarakat tidak terjebak dalam arus militerisasi, melainkan fokus pada pembangunan karakter yang moderat.

Secara khusus, Haedar juga menyoroti munculnya gejala militerisasi di berbagai aspek kehidupan sipil. Ia menekankan bahwa baik militer maupun sipil memiliki konsep dasarnya masing-masing, sehingga semua pihak harus menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai dengan fungsinya.

"Kita harus menempatkan sesuatu pada tempatnya. Fungsi militer sudah ada ruangnya sendiri, begitu pula dengan wilayah sipil,” katanya. 

Untuk membangun Indonesia ke depan, Haedar menilai dibutuhkan kebijakan yang terpadu, holistik, dan moderat.  Pancasila merupakan ideologi modern yang merangkul keberagaman melalui pendekatan dialogis.

”Butuh ruang dialog, diskusi, dan masukan dari berbagai pihak,”katanya. 

Muhammadiyah Sapen Universal School merupakan pengembangan layanan pendidikan melalui kelas jauh SD Muhammadiyah Sapen yang terletak di Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul. MSUS dikembangkan sebagai sekolah dasar berwawasan global yang memadukan Kurikulum Nasional dengan pendekatan internasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam, Kemuhammadiyahan, kebangsaan, dan budaya Indonesia. Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dasar yang adaptif terhadap perkembangan dunia sekaligus kuat dalam pembentukan karakter. 

Pembelajaran perdana dimulai pada 13 Juli mendatang dengan membuka dua rombongan belajar, kelas I dan kelas III yang masing-masing terdiri atas dua kelas paralel. 

Kekuatan utama MSUS terletak pada kurikulum yang mengintegrasikan Kurikulum  Nasional dengan praktik-praktik terbaik dari Cambridge Curriculum dan International Baccalaureate (IB). Selain itu juga menerapkan pendekatan deep learning, project-based learning, problem-based learning, STEAM, coding, literasi digital, kecerdasan artifisial, global citizenship, serta digital citizenship yang diintegrasikan dengan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tahfiz Al-Quran, Bahasa Arab, serta penguatan budaya Indonesia dan kearifan lokal.
 

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut