Nekat Terjang Banjir, Minibus Nyaris Terseret Arus Banjir di Grobogan Dievakuasi Dramatis oleh Warga
GROBOGAN, iNewsBoyolali.id — Sebuah minibus nyaris terseret masuk ke aliran sungai setelah nekat menerjang banjir yang merendam jalan penghubung antar kecamatan di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin siang.
Peristiwa dramatis ini terjadi saat ketinggian air mencapai sekitar satu setengah meter dan arus banjir cukup deras. Puluhan warga setempat pun langsung turun tangan untuk menyelamatkan kendaraan yang terjebak arus.
Dengan bergotong royong, warga berusaha menarik minibus menggunakan tali tambang. Namun derasnya arus membuat proses evakuasi berlangsung sulit. Bahkan, kendaraan sempat hampir terseret lebih jauh ke arah sungai.
Menurut Sutrajo, salah satu warga Desa Katong, sebelumnya warga telah memasang rambu penutup jalan untuk mencegah kendaraan melintas. Namun pengemudi minibus diduga tidak mengetahui kondisi kedalaman air dan tetap memaksakan diri menerobos banjir hingga akhirnya terjebak.
“Sebenarnya sudah dikasih rambu penutup jalan disana tapi mobil masih nekat main terobos saja. Dan tidak tanya-tanya ke warga sekitar banjir. Kan tidak tahu kedalSutarjo.padahal dalamnya mencapai satu setengah meter lebih dan akhirnya terseret. Dan warga pun langsung sigap bantu tarik mobil,” jelas Sutarjo.
Karena upaya manual tidak membuahkan hasil, warga kemudian mendatangkan sebuah truk untuk membantu proses penarikan. Setelah sekitar 30 menit berjibaku dengan arus, minibus akhirnya berhasil dievakuasi. Sopir dan kenek yang berada di dalam kendaraan berhasil selamat tanpa mengalami luka.
Banjir yang melanda wilayah tersebut tidak hanya memutus akses jalan antar kecamatan, tetapi juga merendam puluhan hektare lahan pertanian serta sejumlah rumah warga. Kondisi ini disebut sudah kerap terjadi setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Warga lainnya, Samson, mengatakan banjir yang merendam jalan di sekitar jembatan Sungai Katong memang menjadi langganan saat curah hujan tinggi.
“Banjir seperti ini menjadi hal biasa bagi kita. Karena tidak ada tindakan atau upaya pemerintah untuk mencegah banjir di sungai. Ada sekitar lima puluhan rumah ya g rerendam sejak Sabtu sore lalu sampai sekarang,” ucap Samson.
Editor : Tata Rahmanta