get app
inews
Aa Text
Read Next :  Agus Slamet Dilantik Jadi Rektor UMBY Periode 2025-2029

Cetak Pemimpin Digital Muda, FIKOMM UMBY Hadirkan Yogyakarta Youth Forum 2025

Senin, 19 Januari 2026 | 20:20 WIB
header img
Ratusan peserta Yogyakarta Youth Forum 2025 dibekali kemampuan menganalisa hoaks. (foto: istimewa)

SLEMAN, iNewsboyolali.id - Ratusan pelajar SMA/SMK se-DIY belajar melawan hoaks dan mengasah kreativitas digital. Kegioatan yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia (FIKOMM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) ini untuk menyiagkan generasi milenial sebagai agen perubahan di ruang digital. 
Kegiatan Yogyakarta Youth Forum 2025 digelar di Auditorium Kampus 3 UMBY,  Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang strategis kolaborasi antara akademisi, organisasi masyarakat, dan pelajar dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan beretika.   

Mengusung tema “The Next Digital Leader: Transformasi Literasi untuk Masa Depan Negeri,” forum ini dirancang sebagai program terpadu yang menggabungkan edukasi literasi digital, pengukuhan duta literasi pelajar, serta kompetisi kreatif berskala nasional. Kegiatan ini diikuti 200 peserta dengan pendampingan guru Bimbingan Konseling dari masing-masing sekolah.

“Yogyakarta Youth Forum sebagai ruang penting untuk menanamkan kecakapan digital, etika komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis di kalangan generasi muda,” kata Dekan FIKOMM UMBY Didik Haryadi Santoso. 

Menurut Didik, literasi digital tidak hanya soal mahir menggunakan teknologi. Namun juga kemampuan menyaring informasi, memproduksi konten yang bertanggung jawab, dan berpartisipasi positif di ruang digital. 

“Melalui forum ini, kami ingin berkontribusi melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berintegritas,” ujarnya.

Koordinator Wilayah  Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Yogyakarta, Fitria Indri Kesumawati mengatakan, pelajar harus memiliki kemampuan mengenali hoaks, memahami pola disinformasi, serta melakukan verifikasi informasi secara mandiri. Literasi digital sangat diperlukan di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan.

“Dengan teknologi AI, konten hoaks kini semakin mudah diproduksi dan disebarkan. Karena itu, generasi muda harus dibekali kemampuan berpikir kritis agar mampu memilah mana informasi yang fakta dan mana yang menyesatkan,” jelas Fitria.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut