Fakultas Peternakan UGM Hadirkan Chicory dan Alfalfa, Pakan Hijauan Berkualitas
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB
Sementara itu, Prof Bambang Suhartanto menyoroti sistem produksi peternakan yang kurang efisien karena bersifat intensif dengan biaya pakan yang tinggi. Sistem penggembalaan sebenarnya lebih efisien, meskipun Indonesia belum memiliki kebijakan lahan penggembalaan khusus seperti Australia.
Tim HMTP mencatat biaya pakan dapat mencapai 50–70 persen dari total biaya produksi peternakan. Pemanfaatan hijauan pakan yang bernutrisi tinggi dan berbiaya rendah menjadi kunci efisiensi usaha ternak.
“Melalui berbagai inovasi dan riset, Laboratorium HMTP Fapet UGM terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi pakan berkelanjutan bagi pengembangan peternakan Indonesia,” katanya.
Editor : Tata Rahmanta