get app
inews
Aa Text
Read Next : 16 Wali Murid SD Penadaran Keracunan Usai Konsumsi Menu MBG, Desa Minta Evaluasi Total

Menteri HAM Sebut Makanan Tidak Higienis Jadi Penyebab Keracunan di Grobogan

Selasa, 13 Januari 2026 | 23:38 WIB
header img
Menteri HAM kunjungi Santri Yang Keracunan di Ruang Perawatan RSUD dr. Soedjati Purwodadi. (Foto:iNews).

GROBOGAN, iNewsBoyolali.id– Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut makanan yang tidak higienis menjadi penyebab utama kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri pondok pesantren dan siswa sekolah dasar di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Natalius Pigai saat menjenguk belasan pasien korban keracunan yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soedjati Purwodadi, Selasa siang. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi para korban tidak memenuhi standar kebersihan sehingga berpotensi terkontaminasi bakteri.

Kunjungan Menteri HAM diawali dengan menyambangi santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug. Dalam kunjungannya, Natalius Pigai berkomunikasi langsung dengan para pasien dan memberikan dukungan moril agar para korban tetap semangat dan tidak mengalami trauma ke depannya.

“nanti santri kalau sudah sembuh ini tidak trauma dan bisa sekolah lagi,” ucap Natalius.

Dari keterangan para santri, seluruh korban mengalami gejala serupa, seperti pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan. Para santri pertama kali dilarikan ke RSUD Getas Pendowo, Gubug, pada Sabtu siang lalu. Sebanyak 29 santri kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedjati Purwodadi pada malam harinya untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.

Natalius Pigai menyatakan, keracunan yang dialami ratusan siswa dan santri di wilayah Gubug diduga kuat disebabkan oleh makanan tidak higienis yang diproduksi oleh SPPG Sami Kaya Food, Kwaron, Kecamatan Gubug. Ia menilai fasilitas serta proses pengolahan makanan tidak memenuhi standar kelayakan, sehingga makanan mudah terkontaminasi bakteri.

 “ Setelah saya evaluasi makanan yang tidak higienis ini bersumber masalah dari makanan dari SPPG ” tambahnya.

 

Salah satu santri, Khairunnisa, yang telah menjalani perawatan selama empat hari di RSUD dr. Soedjati Purwodadi, mengaku kondisinya kini berangsur membaik dan telah diperbolehkan pulang. Siswi SMK Miftahul Huda tersebut sebelumnya mengalami pusing, mual, dan muntah beberapa jam setelah menyantap nasi kuning dengan abon dan telur yang sudah dalam kondisi berair.

“Kemarin makan nasi kuning, telur dan abon. Rasa mual dan kemudian muntah terasa malam harinya,”ucap Khairunisa.

Menteri HAM juga meminta Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Sami Kaya Food. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup pembenahan fasilitas serta perbaikan seluruh kesalahan fatal yang menyebabkan makanan tidak higienis dan membahayakan kesehatan konsumen.

“Nanti kalau SPPG sudah beroperasi lagi, makanan harus diperiksa dulu dan dipastikan higienis, pungkasnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 105 siswa dan santri masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kecamatan Gubug, Kedungjati, dan Purwodadi. Dari jumlah tersebut, 13 santri yang dirawat di RSUD dr. Soedjati telah diperbolehkan pulang, sementara satu santri lainnya masih menjalani perawatan hingga kondisinya benar-benar stabil.

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut