Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 14 Hari Dicari, Jenazah Korban KM Virgo Asal Boyolali Akhirnya Dipulangkan
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Penari Bertahan di Tengah Hujan, Budaya Banyuanyar Tetap Menyala

Minggu, 14 Desember 2025 | 15:33 WIB
  • author Tata Rahmanta
Ratusan Penari Bertahan di Tengah Hujan, Budaya Banyuanyar Tetap Menyala
Penari membawakan Tari Bergodo Lembu di tengah hujan dalam gelaran “Banyuanyar Menari” di Desa Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Minggu (14/12/2025).(Foto: iNewsBoyolali.id)

Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, menyampaikan bahwa kegiatan “Banyuanyar Menari” merupakan bagian dari inovasi desa berbasis budaya dan potensi pertanian.

“Ini bukan sekadar menari. Kami ingin mengangkat budaya lokal yang lahir dari keseharian warga. Bergodo Lembu dan Kopi Barendo adalah identitas Banyuanyar,” ujarnya.

Komarudin menjelaskan, Tari Bergodo Lembu terinspirasi dari potensi besar peternakan sapi perah yang dimiliki desa. Saat ini, terdapat sekitar 1.650 ekor sapi perah yang dikelola oleh warga Banyuanyar.

“Kami sedang mengembangkan hilirisasi kampung susu, mulai dari peternakan, pengolahan limbah, hingga produk olahan susu. Di sektor pertanian, ada kopi, jahe, dan madu,” jelasnya.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut