YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil meraih peringkat kedua dalam reputasi global Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. UIN Sunan Kalijaga berada di Bawah Universitas Islam (UI).
UIN Sunan Kalijaga juga berhasil menembus jajaran elit 801–1.000 besar dunia. Capaian spektakuler ini menjadi bukti kuat bahwa kampus Islam memiliki kapasitas akademik yang mampu melampaui batas keilmuan keagamaan konvensional.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan momentum penting untuk meruntuhkan stigma lama masyarakat terhadap PTKIN. PTKIN harus dilihat dari kualitas pendidikan, kekuatan riset, dan kontribusi keilmuannya.
"Capaian UIN Sunan Kalijaga memperlihatkan bahwa kampus Islam mampu berada di jajaran teratas, bahkan melampaui banyak perguruan tinggi umum dalam pemeringkatan internasional," ujar Suyitno.
Menurutnya, kedalaman studi keislaman justru menjadi fondasi kokoh untuk mengembangkan sains dan teknologi demi memberikan solusi nyata atas persoalan masyarakat.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Sahiron mengatakan, atmosfer akademik di PTKIN saat ini sudah sangat maju. Dalam kampus PTKIN, mahasiswa mempelajari agama sekaligus mengembangkan robotika, nanoteknologi, teknologi pangan, hingga konservasi energi.
"Keluasan ini ditopang oleh kedalaman riset dan pembinaan harian, mulai dari metodologi, akses lab, hingga pendampingan dosen," kata Sahiron.
UIN Sunan Kalijaga juga akan menjadi tuan rumah OASE III PTKIN 2026. Olimpiade Agama, Sains, dan Riset ini akan digelar pada 3–7 November 2026.
Sebanyak 497 finalis dari 54 PTKIN se-Indonesia berkumpul untuk unjuk kebolehan dalam 18 cabang perlombaan. Tak sekadar kompetisi, ajang ini juga dimeriahkan dengan Ekspo Inovasi yang melibatkan 34 PTKIN sebagai wadah kolaborasi riset antarakademisi.
"Kami menyiapkan penyelenggaraan yang memungkinkan peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kejelasan mekanisme lomba, dukungan fasilitas, dan koordinasi teknis menjadi perhatian agar kualitas karya memperoleh ruang penilaian yang layak," kata Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan,
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
