Takut Tak Kebagian,Warga Rela Nangtri Berhari-Hari dan Berebut Air Bersih dari Perhutani KPH Telawah
Perhutani Salurkan Puluhan Ribu Liter Air
Melihat kondisi tersebut, Perhutani KPH Telawah turut menyalurkan bantuan air bersih untuk warga desa hutan di wilayah Grobogan dan Boyolali. Sebanyak 6.000 liter air bersih dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah desa yang mengalami krisis air.
Kepala Administratur Perhutani KPH Telawah, Titus Aryanto, mengaku prihatin melihat kondisi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“ Ini bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan kita sebagai petugas Perhutani dan beberapa waktu lalu kita sudah berikan bantuan sanitasi dan air bersih di beberapa desa di Grobogan da Boyolali. Untuk bantuan air saat ini sejumlah enam ribu liter dan kita prioritaskan warga yang terdampak,”
Selain orang dewasa, sejumlah anak-anak juga ikut membantu orang tua mereka mengantre dan mengambil air. Mereka membawa galon dan jerigen, kemudian menunggu hingga mendapatkan bagian air untuk dibawa pulang.
Selama musim kemarau ekstrem, Perhutani telah menyalurkan puluhan ribu liter air bersih untuk membantu warga desa hutan yang mengalami kekurangan air. Air bantuan tersebut dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, memasak, makan hingga mencuci.
Pasokan air bersih yang didistribusikan berasal dari sumber air di wilayah Boyolali dan Salatiga. Air tersebut disebut telah dipastikan aman dari bakteri dan zat berbahaya.
Bagi warga, bantuan air bersih menjadi sangat berarti di tengah kondisi sumber mata air dan sumur yang mengering. Mereka berharap bantuan terus dilakukan hingga hujan kembali turun dan sumber air kembali tersedia.
“ Saya juga menghimbau kepada warga desa hutan untuk Bersama-sama jaga kondisi hutan dari kebakaran karena cuaca ekstrim seperti ini sangat mudah memicu kebakaran,” ucap Titu Aryanto, Kepala ADM KPH Telawah.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
