Adik Danang, Bima Wahyu Putra Pamungkas, mengatakan identifikasi dilakukan antara lain dengan mencocokkan tato yang terdapat di bagian punggung korban.
"Kita dapat kabar dari keluarga di Banjarmasin sekitar setengah 12 siang kemarin, Mas Danang itu diidentifikasi dari tato yang ada di punggungnya. Lalu keluarga yang di Banjarmasin itu konfirmasi ke keluarga sini," kata Bima.
Selain tato, identifikasi juga diperkuat dengan pakaian yang dikenakan korban. Pada pakaian tersebut terdapat tulisan angka 86.
"Ditambah dengan gambar baju yang dikenakan ada tulisannya 86. Kalau menurut info dari keluarga di sana, kondisi Mas Danang itu masih utuh, masih utuh semuanya. Mungkin ditemukan di dalam kapal," ujarnya.
Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan ciri tato, pakaian korban, serta data ante mortem yang diperoleh dari orang tua dan adik kandung Danang.
Setelah dinyatakan teridentifikasi, jenazah Danang diterbangkan dari Samarinda menuju Bandara Ahmad Yani Semarang pada Kamis pagi. Dari Semarang, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Boyolali.
Setelah disambut keluarga dan warga, jenazah Danang disemayamkan sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman umum desa setempat.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
